JAKARTA - Salah satu kendala yang membuat Dana Investasi Real Estat (DIRE) belum begitu berkembang di Indonesia adalah anggapan tidak menariknya keuntungan yang didapat investor jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.
Menurut Kepala Manajemen Informasi dan Pengembangan Emiten Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, keuntungan DIRE tidak bisa dibandingkan dengan instrumen lain seperti saham maupun yang lainnya. (Baca juga: Pengembang Properti Diminta Berani Terbitkan DIRE)
"Kita harus apple to apple ya. DIRE harus dibandingkan dengan fix income, atau misalnya equity yang dividen-nya tinggi juga," ujar Poltak di Jakarta, Senin (29/8/2016).
Terlepas dari keuntungan tersebut, Poltak mengaku, DIRE jadi salah satu instrumen paling aman ketimbang yang lain. (Baca juga: Pasar DIRE Indonesia Bisa Kehilangan Momentum)
"Bahwa asetnya real itu ada manfaat lain. Saya melihat DIRE aspek safety yang lebih tinggi dari yang lain, perusahaan lain bisa lari kalau kita inves di instrumen lain, tapi DIRE enggak bisa selama bangunannya masih ada ya enggak hilang asetnya kita bisa lihat," kata Poltak.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.