Dia menambahkan, hasil kesepakatan tersebut selanjutnya akan dibahas antara Perum Perumnas dengan Bank BTN, Jamkrindo, SMF, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membentuk skema pembiayaan yang tepat guna memenuhi kebutuhan perumahan bagi kalangan pekerja.
Sekjen SPSI Subiyanto mengatakan saat ini kebutuhan terhadap perumahan masih sangat tinggi, khususnya di kalangan pekerja dan buruh di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan pabrik. Apalagi, saat ini pekerja dan buruh masih banyak yang belum memiliki rumah. ”Asumsinya saat ini jumlah pekerja kurang lebih 45 juta orang, 42 persen- nya yaitu kurang lebih 19 juta orang adalah anggota peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan 7 juta di antaranya belum memiliki rumah,” urai Subiyanto.
Dia juga berharap hasil pembicaraan bisa dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding ) dalam waktu dekat. Terhadap hal ini, Bambang Triwibowo menegaskan Perum Perumnas akan langsung membuat tim konsolidasi untuk melakukan pemetaan kebutuhan perumahan yang disesuaikan dengan data yang dimiliki SPSI. Selain itu, Perum Perumnas juga akan melakukan sinergi dengan BUMN lain guna menyiasati keterbatasan lahan yang dimiliki Perumnas. (Baca juga: Perumnas Bangun Rumah Murah di Lampung dan Tangerang)
Bambang menambahkan, kawasan perumahan bagi kalangan pekerja dan buruh juga harus terintegrasi yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial, termasuk kawasan komersial, sehingga para penghuninya tidak perlu lagi berjalan jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.