Sementara untuk ketebalan setiap karen rata 97,5 mm yang disekat oleh plat baja yang menjadi 15 lapisan sehingga memberikan kekuatan vertikal yang tinggi dengan frekuensinya 13 Hz.
Untuk ketahanan bangunan ini antara 20 hingga 30 tahun, namun secara rutin gedung ini mendapatkan perbaikan khususnya pada bantalan karetnya yang berfungsi sebagai peredam getaran gempa. Jika karetnya sudah mulai melemah atau rusak, maka tinggal diganti.
"Sejak dahulu khususnya gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004 banyak ahli datang ke sini untuk mempelajari konstruksi bangunan dan sudah banyak yang mengembangkan baik di dalam maupun luar negeri. Seiring waktu, bangunan ini selalu menjadi percontohan dan memang selayaknya dicontoh oleh pengembang," tambahnya.
Suhendi mengatakan gedung ini juga kerap digunakan oleh berbagai elemen untuk dijadikan tempat kegiatan atau penginapan. Letak bangunan yang ada di zona paling rawan gempa bumi menjadikan bangunan ini paling aman jika terjadi bencana tersebut.
Bahkan, pernah saat terjadi gempa yang kekuatannya cukup besar, bangunan ini tidak sedikitpun rusak dan hanya goyang saja. Pihaknya berharap bangunan ini selalu menjadi contoh untuk diterapkan oleh pengembang apalagi Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.