untuk membuat diorama ini, bahan yang digunakan hanya limbah atau ranting kayu, gunting, lem daya rekat tinggi, serta gergaji dan alat ukir. lutfi terlebih dahulu memilih ranting yang akan ia gunakan, sesuai dengan kebutuhan. kayu tersebut biasanya berukuran kecil, namun cukup kuat untuk diukir.
tak hanya sekedar miniatur rumah joglo khas pati saja, di dalamnya seolah juga menceritakan kehidupan masyarakat pedesaan. seperti diorama miniatur rumah yang dibuatnya ini. Di dalamnya menceritakan kehidupan masyarakat desa, yang memasak masih dengan menggunakan kayu bakar, di dapur tradisional.
“Dalam satu bulan, sedikitnya mampu memproduksi 30 hingga 50 kerajinan diorama miniatur rumah pati. untuk pemasaram, selain lokal pati, hasil karya Lutfi juga sudah dipasarkan ke sejumlah kota besar seperti Semarang, Jogja hingga sebagian Jawa Timur,” ujarnya.
Satu diorama miniatur rumah milik lutfi ini, ia banderol dengan harga Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung tingkat kerumitan dan ukuran. luthfi mengaku, memilih rumah tradisional pati , karena rumah adat ini sudah jarang ditemui. selain itu juga memberikan kesan kerinduan pada masa dahulu.
(Fakhri Rezy)