Share

Harga Gas Jadi Biang Kerok Kalahnya Industri Kertas di ASEAN

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 31 Januari 2017 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 31 320 1605506 harga-gas-jadi-biang-kerok-kalahnya-industri-kertas-di-asean-rwMfEfsGfJ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menilai harga gas yang digunakan sebagai bahan bakar industri pulp dan kertas dinilai masih memberatkan. Saat ini harga gas untuk industri pulp dan kertas berkisar USD9-11 per MMBTU. Para pengusaha menginginkan harga lebih rendah untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain.

”Ini masih dirasakan cukup berat karena kebijakan pemerintah baru mengalokasi untuk tujuh industri saat ini, tapi yang direalisasikan baru tiga industri,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Aryan Warga Dalam seusai Pengukuhan Kepengurusan APKI 2017 di Jakarta.

Direktur Eksekutif APKI Liana Bratasida menambahkan, harga gas industri di negara-negara lain di ASEAN jauh lebih murah dibandingkan Indonesia, yakni di bawah USD6 per MMBTU.

”Padahal, kita di negara ASEAN adalah penghasil pulp dan kertas terbesar nomor satu. Tentunya kalau harga gas tidak diturunkan, kita tidak lagi kompetitif. Kita tidak bisa mempertahankan lagi posisi Indonesia di nomor satu,” ungkapnya.

Liana melanjutkan, industri pulp dan kertas diminta untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011. Hal tersebut bisa tercapai jika harga gas turun.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini