Share

Harga Gas Turun, Menperin: Industri Kertas Bakal Tumbuh Signifikan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 19 Oktober 2016 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 19 320 1518998 harga-gas-turun-menperin-industri-kertas-bakal-tumbuh-signifikan-Cs4SKDA69x.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan harga gas industri. Diharapkan penurunan bisa membuat industri tumbuh dan meringankan biaya produksi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan, salah satu industri yang tertolong dengan penurunan harga adalah pulp dan kertas.

โ€œKami telah mengusulkan industri pulp dan kertas untuk dimasukkan dalam kelompok bidang industri pengguna gas harga tertentu pada revisi Perpres Nomor 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi,โ€ kata dia di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Menurutnya, pemerintah dan pelaku industri perlu bersinergi lebih kuat dalam rangka mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi industri pulp dan kertas nasional saat ini. โ€œApalagi, industri pulp dan kertas memiliki peranan cukup penting dalam perekonomian nasional,โ€ jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Misbahul Huda menyebut sepanjang tahun 2011-2016 jumlah industri kertas terus mengalami penurunan, meskipun ada juga pembangunan pabrik pulp dan rayon yang sedang berlangsung.

"Sebagian besar pabrik yang tutup disebabkan semakin meningkatnya biaya produksi yang tinggi dan harga jual kertas yang cenderung stagnan serta adanya tekanan dari produk impor yang jumlahnya terus meningkat," paparnya.

Maka dari itu, untuk meningkatkan daya saing, pelaku usaha akan memperluas jaringan. APKI juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder di dalam negeri seperti Kadin serta Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI).

"Dengan keunggulan komparatif dari segi ketersediaan bahan baku dan iklim tropis, kami yakin industri pulp dan kertas dapat tumbuh positif dengan dukungan dari para stakeholder," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini