Share

Siap-Siap, Industri Pulp Indonesia Bakal Masuk Peringkat 5 Dunia

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 31 Januari 2017 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 31 320 1605551 siap-siap-industri-pulp-indonesia-bakal-masuk-peringkat-5-dunia-WJJsMfRwFh.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Industri bubur kertas (pulp) dan kertas Indonesia diproyeksi tumbuh 3-4% per tahun seiring peningkatan ekspor. Hal ini membuat peluang industri kertas nasional untuk menduduki peringkat kelima di dunia menjadi sangat besar.

“Produk kertas kita dari tahun ke tahun meningkat, namun harganya akhir-akhir ini mengalami penurunan sehingga devisa kita sedikit turun. Meski demikian, permintaan pasar kertas dan pulp dunia masih meningkat 2%. Kita memproyeksikan pertumbuhan 3-4% per tahun,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Aryan Warga Dalam seusai acara pengukuhan kepengurusan APKI 2017 di Jakarta.

Aryan melanjutkan, peluang industri pulp dan kertas untuk menduduki peringkat kelima juga didukung oleh ada keunggulan kompetitif, yaitu letak geografis, potensi luas izin hutan tanaman industri (HTI), dan kecepatan tumbuh pohon sebagai sumber bahan baku yang terbarukan.

Industri pulp dan kertas memberikan kontribusi terhadap devisa negara sekitar USD5,3 miliar pada 2015. Pada tahun yang sama, Indonesia menduduki peringkat keenam dunia untuk produksi kertas serta peringkat ke-10 untuk produksi pulp .

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, posisi industri pulp dan kertas nasional cukup terkemuka di dunia internasional. Saat ini Indonesia menempati peringkat kesembilan sebagai produsen pulp terbesar di dunia, sedangkan industri kertasnya menduduki peringkat keenam.

“Ke depan Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang masih dimungkinkan untuk mengembangkan industri pulp dan kertasnya, di samping beberapa negara di Amerika Latin dan Asia Timur,” katanya.

Panggah melanjutkan, saat ini jumlah industri pulp dan kertas nasional mencapai 84 perusahaan dengan kapasitas nasional terpasang berturut-turut sebesar 7,93 juta ton pulp /tahun dan 12,98 juta ton kertas/tahun. Dalam waktu dekat, kapasitas nasional terpasang industri ini akan meningkat menjadi 10,43 juta ton/tahun melalui tambahan kapasitas sebesar 2,5 juta ton pulp per tahun dari PT OKI di Sumatera Selatan yang akan berproduksi secara komersial mulai Februari 2017.

“Beberapa proyek industri pulp dan kertas lainnya akan segera menyusul, yaitu unit produksi kertas tisu PT OKI dengan kapasitas 500.000 ton/- tahun yang diperkirakan akan mulai berproduksi pada Juni 2018.

Di samping itu, juga ada proyek PT Sateri Viscose International (PT SVI) di Pelalawan Riau, yang akan memproduksi dissolving pulp untuk rayon dan digital paper ,” paparnya.

Hingga September 2016 peranan industri pulp dan kertas dalam perolehan devisa sebesar USD3,79 miliar atau menduduki peringkat ketujuh sebagai penyumbang devisa terbesar dari sektor nonmigas.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini