Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

INSPIRASI BISNIS: PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih

Bambang Irawan , Jurnalis-Minggu, 12 Maret 2017 |18:38 WIB
INSPIRASI BISNIS: PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

PALEMBANG - Mungkin sebagian orang menganggap tikus adalah hewan kotor, menjijikkan dan juga dianggap hama. Namun siapa sangka dibalik itu semua ternyata tikus-tikus ini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Khususnya bagi peternak tikus putih atau mencit. Biasanya tikus ini kerap menjadi pakan reptil, burung pemangsa daging dan juga objek penelitian.

Memanfaatkan ruang tak terpakai di kediamannya, Pardiansyah kini memiliki ratusan tikus putih. Dari budidaya inilah ia bisa mendapatkan uang tambahan minimal Rp3 juta di luar pendapatan gaji bulanan sebagai staf di instansi pemerintah kota Palembang.

Bermula dari hobinya memelihara ular dan kesulitan mencari pakan maka ia pun mulai belajar membudidayakan tikus putih tiga tahun terakhir. Tak disangka, permintaan dari teman-teman pecinta reptil, merambat ke fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya dan laboratorium kesehatan.

Pangsa pasar inilah yang dilirik, Pardiansyah sebagai peluang usaha. Cara pemeliharaan tikus putih tak susah, berkembang-biak pesat, serta butuh modal dan lahan tidak terlalu besar. Setiap hari tikus diberi makan dua kali sehari, lalu jangan lupa memberikan minuman secukupnya dan bisa juga menambahkan serbuk padi agar kesehatan tikus putih terjaga.

Untuk harga satu ekor tikus putih kecil dijual mulai Rp7 ribu hingga Rp10 ribu dan untuk tikus putih indukan dibanderol Ro50 ribu.

Selain Palembang, penjualan juga merambah hampir seluruh di Kabupaten Sumatera Selatan.

“Awalnya saya kan memelihara ular lalu kesulitan cari pakan jadi kita coba-coba ternak dan ternyata enggak susah makan dan memeliharanya dan bisa dijual lagi,” kata Pardiansyah.

Salah seorang pelanggan, Firdaus mengatakan sangat terbantu dengan hadirnya budidaya tikus bisa memberi pakan ular kesayangannya. Apalagi harga penjualan tikus putih ini memungkinkan transaksi tawar menawar.

“Untuk pakan ular mas saya butuh empat tikus putih lalu saya beruntung beli sini karena tikusnya sehat sehat dan harganya terjangkau,” kata Firdaus.

Guna memperluas pangsa pasar, Pardiansyah sering memasarkan tikus putihnya dengan menggunakan media sosial. (kmj)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement