Image

Benarkah Singapura Kota Termahal di Dunia?

Agregasi Jum'at 14 April 2017, 14:02 WIB
https img okeinfo net content 2017 04 14 470 1667430 benarkah singapura kota termahal di dunia KvYswgNcOw jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Selama empat tahun berturut-turut, Economist Intelligence Unit menempatkan Singapura sebagai negara termahal di dunia. Tetapi apakah negeri itu seburuk berita utama yang barangkali telah Anda percayai selama ini?

Pramuniaga toko di Singapura memiliki kebiasaan untuk memaksa memberikan resi di tangan Anda, apakah Anda membutuhkannya atau tidak. Sebagai hasilnya, setiap penduduk Singapura secara berkala membersihkan dompet atau tas mereka, dan menemukan kenyataan mengerikan tentang tumpukan resi yang mengerikan yang dulunya merupakan uang. Tak ada keraguan ini merupakan kota yang mahal.

Tetapi apakah ini negara yang paling mahal? Itu masih dapat diperdebatkan.

Perspektif kelas atas

Bulan lalu, Kota Singa ini menjadi berita utama lagi ketika The Economist Intelligence Unit (EIU) menempatkannya pada urutan teratas dalam Indeks Biaya Hidup di Dunia. Bagaimanapun, indeks ini dibuat untuk sebuah tujuan khusus.

Indeks itu dirancang bagi departemen sumber daya manusia dalam menentukan biaya untuk mengirimkan karyawan dalam perjalanan bisnis atau tugas di luar negeri, seringkali pekerjaan dengan bayaran tinggi.

Sudah jelas, orang yang mendapatkan biaya perjalanan dinas, tak akan menggunakan uang seperti kebanyakan dari kita.

Secara umum, orang yang mendapatkan biaya perjalanan dinas tidak menggunakan uang seperti kebanyakan dari kita. Ketika Singapura berada di daftar teratas pada 2014, Deputi Perdana Menteri negeri itu, Tharman Shanmugaratnam, menduga bahwa indeks tidak banyak menunjukkan sebuah indikasi harga mahal sebagai sebuah refleksi dari kehidupan mewah para ekspat.

Daftar belanja yang menjadi salah satu dasar penilaian indeks berisi "Keju impor, filet mignon (daging bagian pinggang yang lembut untuk steak) jas hujan setingkat merk Burberry, empat kursi terbaik di gedung teater, makan malam mewah dengan tiga sajian menu untuk empat orang," kata dia.

EIU menyebutkan tentang batasan indeks, dan penulisnya Jon Copestake mengakui ada beberapa 'Premiumisasi.' Tidak ada keharusan yang memaksa seseorang untuk membeli barang yang mahal, terutama jika itu merupakan sebuah mantel yang hangat dan Anda tinggal di daerah khatulistiwa.

"Anda dapat memperoleh barang dengan harga murah di hampir semua wilayah kota di dunia, dan Anda dapat hidup lebih hemat dibandingkan biaya hidup komparatif yang kami terapkan," kata Copestake.

Perbedaan pandangan

Jadi seberapa murah biaya di Singapura jika Anda tidak membuang uang seperti seorang bankir?

Sebuah kelompok akademisi pada Lee Kuan Yew School for Public Policy di National University of Singapore (NUS) membuat indeks mereka sendiri, yang membedakan antara pekerja ekspat dan lokal. Untuk ekspat ditemukan, Singapura berada di urutan keempat sebagai kota termahal di dunia. Tetapi untuk 'penduduk biasa,' menempati posisi ke-48 di antara Lisbon dan Pittsburgh.

Untuk 'warga biasa,' Singapura menempati posisi ke-48 diantara Lisbon dan Pittsburgh.

Dalam indeks EIU, Singapura berada di atas kota metropolis lain di dunia untuk satu hal: mobil merupakan harta kekayaan. Pemerintah memiliki sebuah kebijakan dengan sengaja mendongkrak harga mobil untuk membatasi kendaraan dari jalan dan kemacetan. Anda akan membayar sekitar US$70.000 atau Rp930 juta untuk dapat mengesankan setiap orang dengan mobil jenis Suzuki Swift.

Tetapi sebuah kota yang padat dengan transportasi publik yang murah dan dapat dipercaya dan taksi yang terjangkau, sangat masuk akal untuk bepergian tanpa menggunakan kendaraan.

Faktanya, sebagai perbandingan, berkeliling kota di negara lain akan tampak mahal. David Shen merupakan warga Singapura yang bekerja di bidang pemasaran. Dia terkejut dengan mahalnya ongkos perjalanan dalam kota ketika mengunjungi Australia pada Desember lalu.

"Jika Anda berkeliling naik taksi atau Anda menggunakan Uber di sana, sangat mahal," kata dia.

Biaya perjalanan lokal di Singapura sebenarnya sangat terjangkau, sehingga banyak ekspat yang menghemat uang mereka untuk perjalanan berkeliling kota.

"Saya menghabiskan sekitar SG$250 (RP2,3 juta) sebulan untuk taksi dan kereta. Baru-baru ini saya membuat sebuah kalkulasi dan itu sama dengan sekitar setengah dari yang saya habiskan untuk pembayaran mobil dan asuransi di AS," kata Jeremy Mackie, warga AS yang menjabat direktur kreatif pada agensi konten Click2View yang berbasis di Singapura.

Tetap saja, menurut Copestake, jika mobil tidak dihitung, posisi Singapura hanya akan turun ke urutan kesembilan pada indeks EIU. Dia menekankan bahwa kota yang masuk daftar paling mahal cenderung itu-itu saja. Dan jika sebuah kota muncul dari tahun ke tahun, mungkin ada alasannya.

Banyak barang-barang mahal di Singapura, terutama bahan pangan, pakaian, makanan dan minuman.

"Sejauh yang saya tahu, itu sebenarnya secara intuitif merupakan indikator yang adil dari biaya hidup di antara berbagai kota, dengan berdasarkan pada dolar AS," kata dia.

Dia mengatakan banyak barang-barang di Singapura tergolong mahal, terutama bahan pangan, pakaian, makanan dan minuman. (tro)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini