Tak semua anggur asam
Kategori yang terakhir, makanan dan minuman, juga sedikit kontroversial. Cukup mudah untuk membayar beberapa ratus dollar per kepala untuk makanan mewah di Singapura, terutama jika Anda ingin minum anggur. Tetapi Anda juga dapat memperoleh makan siang enak dengan harga di bawah SG$5 (Rp47.000). Faktanya, Singapura memiliki restoran dengan bintang Michelin termurah di dunia.
Dan ketika para ekspatriat di Singapura suka mengeluh mengenai harga anggur, ada pilihan yang lebih murah. Anda dapat mencarinya bukan di jam sibuk dengan harga yang bagus, dan Anda juga mendapat sebotol besar bir Tiger di Singapura, dengan harga SG$$5 (Rp47.000) jika Anda tak keberatan untuk duduk di sebuah kursi plastik di sebuah pusat jajajan.
Di sejumlah kota mahal lainnya, makanan dan minuman tampak lebih mahal. Desainer grafis David Walker baru-baru ini pindah dari Singapura ke Zurich. Dia mengatakan harga minuman beralkohol di Zurich menyaingi dan seringkali lebih tinggi dari Singapura. Bukan hal yang luar biasa untuk membayar $20 atau lebih untuk sebuah cocktail. Dan ketika di Singapura, tersedia banyak pilihan makanan murah, tidak seperti di Zurich.
"Di Zurich, tidak ada tempat untuk mendapatkan makanan murah sama sekali," kata dia.
Mahalnya harga rumah
Kemudian, ada properti. Kategori ini, salah satu penyebab sakit kepala dalam perencanaan keuangan pribadi bagi banyak orang, ini faktanya tidak dimasukkan dalam kajian EIU (Dan sangat mungkin Hong Kong berada di urutan pertama jika biaya itu dihitung).
Ekspat di Singapura cenderung tinggal di kondominium swasta, yang bisa jadi mahal - menyewa apartemen tiga kamar di daerah populer di River Valley dengan harga mulai dari SG$4.000 (sekitar Rp37juta ) dan sampai SG$7.000 (sekitar Rp66 juta) dan bisa lebih tinggi lagi. Tetapi lebih dari 80% warga Singapura tinggal di blok perumahan bersubsidi yang dikenal dengan HDB (Housing Development Board, Dewan Perumahan Kota, lembaga yang membangunnya).
Warga Singapura dapat menarik tabungan pensiun wajib mereka untuk membayar angsuran rumah, sehingga banyak yang tak merasa berat dalam membayarnya.
Bangunan-bangunan ini tidak sama dengan skema perumahan publik yang dapat ditemukan di Barat. Ini merupakan solusi sebuah kota yang padat dengan membangun blok seluas 1.000 meter persegi dan diperuntukkan sebagai semacam starter-kit bagi kelas menengah.
Apartemen HDB bisa sekadar dilengkapi kebutuhan dasar atau dilengkapi keyamanan - tergantung dari pemiliknya. Menyewa HBD dengan tiga kamar yang berlokasi di tengah kota harganya sekitar SG$2.500 (Rp23juta). Tetapi kondominium privat biasanya memiliki fasilitas seperti kolam renang atau lapangan tenis.
Ada beberapa alasan ketika membeli sebuah flat HDB, tetapi Shen mengatakan alasannya adalah secara finansial masuk akal. Apalagi, warga Singapura dapat menarik tabungan pensiun wajib mereka untuk membayarnya, sehingga banyak yang tak merasa berat dalam membayarnya.
"Itu sama sekali bukan merupakan hal yang menggerogoti penghasilan kami," kata dia.
Bandingkanlah dengan London, San Francisco atau Sydney, yang untuk membeli sepetak rumah yang tak layak huni, kita harus membayar US$1,96 juta (Rp26 miliar).
Jadi, jika Anda berkunjung atau pindah ke Singapura, jangan terlalu panik dengan harga mahal. Singapura tidak murah, tetapi tidak juga akan membangkrutkan Anda. (tro)
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.