“Semula pemesan meminta sebanyak 1.000 buah kacamata batok untuk dikirim ke Italia dalam waktu 3 bulan, namun terpaksa menolak dan hanya bisa mengerjakan maksimal 200 buah kacamata batok dalam waktu 3 bulan,” ujarnya.
Penolakan tersebut bukan tanpa alasan karena selama ini bendot waliyo mengerjakan pembuatan kacamata hanya seorang diri. Dia sengaja tidak mencari pembantu dalam pembuatan kacamata karena tidak semua orang bisa membuat frame kacamata yang presisi kuat seperti yang diinginkannya.
Bendot memasarkan kacamata buatannya melalui media sosial dan merekrut reseller untuk berbagi rejeki serta mengikuti sejumlah pameran kerajinan. Dalam sehari bendot hanya mampu membuat 2 buah kacamata kayu maupun tanduk.
Kacamata berbahan tanduk buatan bendot di dijual ke pasaran dengan harga Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta. Dalam sebulan bendot bisa menjual rata rata 5 hingga 7 buah kacamata kayu atau tanduk dengan penghasilan berkisar Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.