Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wih, Investasi Asuransi Syariah di Indonesia Tembus Rp29,94 Triliun

Dedy Afrianto , Jurnalis-Jum'at, 28 April 2017 |19:10 WIB
<i>Wih</i>, Investasi Asuransi Syariah di Indonesia Tembus Rp29,94 Triliun
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Selain itu, OJK juga mencatat, rata-rata gearing ratio atau jumlah pendanaan perusahaan yang dibagi ekuitas yang dimiliki pada industri pembiayaan syariah mencapai 1,38 kali. Hal ini masih sesuai dengan ketentuan saat ini yang mencapai di bawah 10 kali.

Sementara itu, untuk financing to asset ratio (FAR) per Februari 2017 mencapai 91,97%, masih di atas ketentuan minimal sebesar 40%. FAR merupakan perbandingan total pembiayaan yang diberikan total asetnya.

Adapun rasio investasi dan pembiayaan dibandingkan dengan total aset per Februari mencapai 62,03% atau masih di atas ketentuan sebesar 40%. Sementara itu, rasio jumlah pendanaan dibandingkan dengan ekuitas dan pendanaan subordinasi per Februari 2017 mencapai 1,66 kali.

Seperti diketahui, OJK akan terus berupaya mendorong pertumbuhan industri jasa keuangan syariah di Tanah Air, antara lain dengan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan Jasa keuangan syariah. Diharapkan, program mampu meningkatkan pertumbuhan industri jasa keuangan syariah di Indonesia.

Salah satu upaya mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan syariah dan sejalan dengan Kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS) yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 14 Juni 2015, OJK bersama industri keuangan syariah secara rutin menyelenggarakan kegiatan bersama berupa sosialisasi dan edukasi, program training of trainers, termasuk juga kegiatan Keuangan Syariah Fair (KSF) yang dikernas dalam format pameran (expo) industri keuangan syariah dengan peserta dari industri keuangan syariah antara lain: Bank Syariah, Pasar Modal Syariah, dan Industi Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement