"Akibatnya timbul kemacetan parah pada jam-jam sibuk," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mengatasi kemacetan itu, dibuat jembatan baru atau duplikasi jembatan sepanjang 50 meter yang lebih lebar dari jembatan yang sekarang.
"Jadi, nanti ada dua jembatan, sehingga kendaraan yang dari Kalirejo ke Pringsewu dan sebaliknya memakai dua jembatan di kiri dan kanan," kata Ridho.
Pemprov Lampung juga membangun tiga jembatan di lokasi bekas transmigrasi yang dibangun pada 1980-an. Kondisi tiga jembatan yang terletak di Tulangbawang Barat tersebut tidak laik lagi dipakai karena rusak parah.
"Kawasan ini penghasil karet, singkong, dan kelapa sawit. Kerusakan tiga jembatan ini membuat akses masyarakat terhambat," kata Ridho.
Ketiga jembatan yang ditargetkan rampung pada 2017 yakni Jembatan Way Sebetik, Way Tujok II, dan Way Kendil. Jembatan ini dibangun dengan konstruksi darurat dan tidak memiliki lantai lagi. Akibatnya, hanya sepeda motor yang dapat melintas di Jembatan Way Kendil dan Way Tujok.