Jembatan Way Tujok II menghubungkan Simpang Tujoh ke Panaragan Jaya dengan tingkat LHR 4.676 kendaraan. Sedangkan Jembatan Way Kendil menghubungkan ruas jalan Adijaya menuju Tulung Randu dengan tingkat LHR mencapai 3.727 kendaraan.
"Ketiga jembatan ini dibongkar total dan diganti baru, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk pengangkut hasil bumi," jelas Ridho.
Dia menjelaskan, di Way Kanan, Pemprov bakal membangun Jembatan Way Nibung II penghubung ruas Jalan Tegal Mukti, Tajab. Kepadatan lalu lintas di kawasan ini masih terolong kecil yakni 459 LHR kendaraan. Namun diharapkan dengan selesainya Jembatan Way Nibung II, konektivitas daerah ini dapat pulih kembali.
Selain konstruksi jembatan, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), juga membangun jembatan dengan 'box culvert'.
Menurut Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, ada lima jembatan box culvert yang dibangun pada 2017 yakni Way Asem (Lampung Barat), Way Pidada III, Way Pidada IV, dan Way Kecubung I di Kabupaten Tulangbawang. Kemudian, jembatan box culvert di ruas di ruas simpang Korpri-Purwotani, Lampung Selatan.
Pembangunan jembatan di Way Asem, menurut Budhi, dimaksudkan untuk memperbaiki akses menuju Suoh. "Jalan ini berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Kami memilih jembatan box culvert agar proses pembangunan tidak mengganggu kawasan hutan lindung," katanya.