JAKARTA - PlayStation adalah peluang bisnis yang menjanjikan, jika Anda buka di daerah yang dipenuhi oleh anak-anak. Zaman sekarang, permainan tradisional mulai ditinggalkan dan anak-anak berganti permainan yang berbau teknologi.
Namun, anda juga perlu waspada untuk tidak membiarkan begitu saja anak-anak bermain dalam jam sekolah mereka.
A. Peluang Bisnis
Buatlah game online kamu berbeda dengan tempat lain dengan menyesuaikan jadwal anak sekolah dan waktu belajar mereka sehingga kamu tidak akan berkonflik dengan para orangtua di lingkungan usaha.
B. Memulai Bisnis
Ada beberapa hal yang mungkin bisa kamu ikuti ketika memulai usaha ini, yaitu sebagai berikut.
1. Survei tempat yang ramai oleh anak-anak muda yang menyenangi PlayStation.
2. Menyiapkan alat-alat (TV, PS, DVD game, dan lain-lain).
3. Mempelajari keterampilan yang dibutuhkan (Cara mengoperasikan PlayStation, cari tahu game yang sedang tren, sumber untuk mengakses game, dan sebagainya).
4. Pahami kerusakan-kerusakan ringan yang sering terjadi dengan PlayStation dan cari tahu bagaimana mengatasinya.
C. Hambatan
Ketika menjalankan usaha ini ada beberapa hambatan yang mungkin akan Anda temui, di antaranya sebagai berikut.
1. Sering berisiknya anak-anak di tempat PlayStation dianggap mengganggu warga sekitar tempat usaha.
2. Sering dituding sebagai pihak yang membuat kekacauan, misalnya anak-anak yang suka bolos sekolah, memboroskan uang saku, tidak mau belajar, dan sebagainya.
D. Strategi Bisnis
Beberapa strategi berikut dapat kamu terapkan dalam menjalankan usaha bisnis PlayStation ini.
1. Memakai plang nama usaha.
2. Promosi di tempat-tempat nongkrong anak muda.
3. Memakai media promosi seperti brosur, pamflet, leaflet, dan SMS promosi.
4. Mengadakan komunikasi dengan para warga sekitar sehingga bisnis anda tidak dianggap sebagai pembawa bencana bagi anak-anak mereka.
5. Memberlakukan batas waktu untuk satu anak misalnya maksimal dua jam, tertutup untuk anak sekolah ketika jam sekolah, menutup 10 menit ketika waktu salat, dan sebagainya.
E. Analisis Bisnis
|
MODAL AWAL |
|
|
Peralatan |
|
|
Televisi 21” 5 unit (second) |
Rp3.750.000 |
|
PlayStation 2 slim (Charcoal black) 5 unit |
Rp7.500.000 |
|
PS2 dualshock 2 controller KW/nonoriginal 5 unit @Rp1.700.000 |
Rp250.000 |
|
Memory card 8mb nonoriginal 5 unit @50.000 |
Rp350.000 |
|
Power cable + AV cable 4 unit Rp50.000 |
Rp200.000 |
|
Koleksi CD game |
Rp150.000 |
|
Meja pendek 5 unit Rp50.000 |
Rp250.000 |
|
Karpet |
Rp500.000 |
|
Jumlah |
Rp12.950.000 |
Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.500 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp12.950.000-Rp1.500) : 4 = Rp3.237.125 per tahun atau sama dengan Rp269.800 per bulan.
|
Perkiraan Laba per bulan: |
|
|
|
Biaya sewa PS2 selama satu jam = Rp2.000 |
|
|
|
Tersewa 10 jam/hari = Rp20.000x5 unit x 30 hari |
|
Rp3.000.000 |
|
Biaya-biaya: |
|
|
|
Penyusutan peralatan |
Rp269.800 |
|
|
Sewa tempat |
Rp500.000 |
|
|
Listrik |
Rp500.000 |
|
|
Jumlah |
|
(Rp1.269.800) |
|
Laba bersih |
|
Rp1.731.000 |
Perkiraan modal kembali: Rp12.950.000 : Rp1.731.000 = Rp7,5 bulan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.