Kondisi makin baik di kuartal I 2017 seiring makin membaiknya pertumbuhan ekonomi Nasional. Apalagi Bank Sentral Amerika Serikat pada medio Maret 2017 menaikan suku bunganya ke angka 1%. Kebijakan ini menghapus galau para pelaku pasar yang sebelumnya dilanda ketidakpastian.
Katalis positif terus bermunculan, tatkala Badan Pusat Statistik mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2017 berada di angka 5,01% atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2016 di kisaran 4,92%. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2016 yang sebesar 4,94%.
Stabilitas ekonomi Indonesia tersebut dipertegas dengan terbitnya peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s pada 19 Mei 2017 lalu. Peringkat tersebut menunjukkan risiko gagal bayar utang pemerintah relatif rendah. Alhasil, investor semakin percaya diri dalam berinvestasi di dalam negeri. Sebagai catatan, peringkat investment grade S&P pada Indonesia terakhir kali disematkan pada tahun 1997 silam.
Tidak sampai di situ, gerak positif IHSG juga disokong laporan United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang menempatkan Indonesia di peringkat empat sebagai negara tujuan investasi paling prospektif periode 2017-2019. Posisi Indonesia berada di bawah Amerika Serikat, Tiongkok dan India. Pemeringkatan itu berdasarkan survei terhadap eksekutif perusahaan multinasional.
Tapi sebenarnya, deretan katalis positif yang datang bisa tidak berarti tanpa adanya kepercayaan yang tinggi pelaku pasar. Hal ini berhasil dijaga oleh Bursa Efek Indonesia bersama self regulatory organization lainnya maupun Otoritas Jasa Keuangan dengan terus konsisten membawa pasar modal Indonesia menjadi makin teratur, wajar dan efisien.
BEI sendiri fokus melakukan pengembangan pasar melalui empat pilar yaitu penambahan jumlah investor aktif, peningkatan jumlah perusahaan tercatat, penguatan Anggota Bursa, dan penguatan ketahanan industri Pasar Modal Indonesia. Direktur Utama BEI, Tito Sulistio menyatakan komitmennya untuk terus melaksanakan empat pilar tersebut dengan target membawa BEI sebagai bursa efek terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2020 sebagaimana tertera dalam Master Plan BEI 2016-2020.