JAKARTA - Utang luar negeri Indonesia hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia mencapai USD333,6 miliar atau sekira Rp4.336,8 triliun. Nilai utang ini tumbuh 5,5% secara year on year.
Hanya saja, peningkatan utang ini belum berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, Indonesia masih menyisakan penduduk miskin sebanyak 27,77 juta atau 10,64% dari total penduduk. Artinya bertambahnya utang Indonesia tak sejalan dengan pengentasan kemiskinan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pun angkat bicara mengenai hal ini. Menurutnya, pemerintah selama ini telah menerapkan beberapa program untuk pengentasan kemiskinan. Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH).
"Program pemerintah, Presiden, untuk memerangi kemiskinan tetap dilakukan. Program-program sosial, kenaikan PKH, subsidi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar. Itu semuanya untuk menurunkan kemiskinan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/7/2017).
Hanya saja, program ini harus diberikan secara tepat sasaran. Hal ini pun akan menjadi perhatian khusus dari pemerintah agar dapat menekan angka kemiskinan.