Dirinya memprediksi harga yang ditentukan pemerintah masih akan menjadi pendorong inflasi tinggi di bulan Juli. Di antaranya penyesuaian tarif listrik dan hingga kenaikan harga garam yang menjadi kendala di bulan Juli ini.
"Kontribusi utama masih ada di administered price. Dampak dari listrik dan kenaikan air pam masih dirasakan hingga Juli meskipun cenderung menurun tidak sebesar Juni. Kemudian dari komponen volatile food secara umum relatif terjaga. Namun perlu diwaspadai komoditas seperti garam yang mengalami kenaikan harga dari minggu kedua Juli," jelasnya.
Selain itu, inflasi selama bulan Juli ini masih ditopang juga oleh komponen pendidikan karena memasuki tahun ajaran baru.
"Memang ada kenaikan tapi hal yang wajar karena sifatnya musiman. Pada bulan Juli ini harus mewaspadai inflasi inti atau core inflation yang diprediksi masih akan rendah, mencerminkan pelemahan permintaan agregat," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.