Namun jika dibangun dengan track yang sudah ada bagaimana memaksimalkan kecepatan kereta ini. Pasalnya, BPPT memproyeksikan ke depan perjalanan kereta api cepat Jakarta-Surabaya akan terganggu karena masih ada kereta api lambat seperti sekarang.
"Jadi kalau menggunakan yang ada sekarang itu solusinya gimana supaya betul-betul kecepatan bisa ditempuh rata-rata 160 km per jam. Karena kan terlalu banyak stasiun kecil," ujarnya.
Baca juga: Apa Kabar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya?
Dia melanjutkan, walaupun tidak berhenti di stasiun-stasiun kecil tersebut, tapi kecepatan pasti terhambat. Namun seperti apa hasilnya, ini masih dalam kajian di dalam pra-FS.
"Kita pertimbangkan antara cost sama idealnya seperti apa. Termasuk teknologinya juga. Ini kita kaji ya," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.