JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan tiket kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) sebesar Rp12.000 yang disubsidi oleh Pemerintah sudah melalui penghitungan yang panjang.
Pemerintah membiayai LRT dengan cara PMN sebanyak Rp7 trilun dan subsidi sebesar Rp16 triliun selama 12 tahun.
Namun dengan asumsi kenaikan jumlah penumpang dengan tarif Rp12.000 maka jumlah pemasukan juga akan lebih tinggi. Sehingga subsidi yang dikeluarkan menjadi lebih tinggi yakni Rp19 triliun selama 12 tahun.
"Jadi kita akan buat 1 perjanjian dengan PT KAI bahwa subsidi Rp19 triliun selama 12 tahun dengan asumsi tertentu, kenaikan tarif 5%," ungkapnya di Cawang, Jakarta, Jumat (4/8/2017).
Baca Juga:
WOW! Investor BlackRock Tertarik Ikut Danai Proyek LRT Jabodebek