Selain itu, ia menjelaskan bahwa dengan kenaikan jumlah penumpang sebesar 400.000 dari 260.000 per hari ini juga bisa mengurangi jumlah subsidi untuk KRL Jabodebek.
"Jadi apabila penumpang naik dan jumlah pertumbuhan bisa dinaikan, subsidi bisa kurang," jelasnya.
Menurutnya, bila subsidi untuk LRT Jabodebek bisa dikurangi maka biayanya bisa dipakai untuk membiayai pembangunan proyek LRT di daerah lainnya di Indonesia.
"Kalau bisa kurang uang bisa digunakan untuk membangun KRL Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan lain-lain," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)