nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manfaatkan Revolusi Digital, BI Yakin Ekonomi RI Bisa Tembus 7%

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 12:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 09 20 1752471 manfaatkan-revolusi-digital-bi-yakin-ekonomi-ri-bisa-tembus-7-4FrKpOOVRt.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menggelar seminar nasional big data dengan tema ‘Globalisasi Digital Optimalisasi Pemanfaatan Big Data untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi’. Tujuan seminar ialah menciptakan big data yang cepat dan lengkap di dalam era digitalisasi.

Melalui penciptaan big data ini, BI meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan mampu mencapai angka 7%.

Baca juga: Lewat Big Data, BI Bisa Cek Lowongan Kerja dan Tren Harga Properti

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan secara umum ada tiga tantangan utama yang dihadapi dalam pemanfaatan big data. Pertama, ketersediaan dan akses terhadap sumber data menjadi real time dan merupakan basis perumusan kebijakan situasi terkini.

Aksesibilitas data, sambung Agus, sering berbenturan dengan aspek kerahasiaan data. Oleh karena itu, perlu dibangun sebuah mekanisme yang dapat menjembatani pemilik data agar bersedia untuk sharing data tanpa menimbulkan kekuatan akan aspek kerahasiaannya.

Baca juga: CANGGIH! Big Data BI Bisa Deteksi Dini Capital Outflow

Tantangan kedua adalah kualitas data. Salah satu karakteristik big data yaitu veracity (keyakinan akan kebenaran data) mengingat informasi yang terkandung dalam big data adalah data mentah yang masih banyak mengandung noise. Proses data cleansing dengan demikian menjadi hal kritis guna memastikan data yang diperoleh bernilai untuk dianalisis lebih lanjut. Tantangan selanjutnya adalah keterbatasan SDM dengan kualifikasi data scientist.

"Revolusi digital ternyata belum diimbangi dengan kecukupan keluaran perguruan tinggi yang memiliki keahlian memproses big data. Untuk itu diperlukan kolaborasi erat dengan dunia akademisi agar kapabilitas big data dapat juga dibangun secara bertahap," ujarnya di kantor BI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Menurut dia, jika tantangan dalam revolusi digital bisa diselesaikan dengan baik, dampaknya besar pada perekonomian.

Baca juga: Tak Lagi Andalkan Survei, BI Cari Alternatif Data dari Medsos hingga E-Commerce

"Kami meyakini bahwa revolusi digital yang tengah berlangsung ini apabila dapat dimanfaatkan dengan baik akan mampu membawa Indonesia pada lintasan pertumbuhan ekonomi sekira 7% per tahun," ujarnya.

World Bank, lanjut Agus, menggambarkan hal ini dengan menggunakan terminologi digital dividen, di mana digitalisasi perekonomian diyakini mampu memberikan terobosan dalam bentuk peningkatan efisiensi di berbagai sektor ekonomi yang lahir dari target maupun keputusan-keputusan bisnis yang lebih akurat guna mendorong terciptanya inovasi-inovasi baru.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini