nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revolusi Digital, BI Ingin Ciptakan Big Data yang Lengkap dan Cepat

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 11:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 09 320 1752437 revolusi-digital-bi-ingin-ciptakan-big-data-yang-lengkap-dan-cepat-D9x0z6tRk1.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menggelar seminar nasional big data dengan tema ‘Globalisasi Digital Optimalisasi Pemanfaatan Big Data untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi’. Tujuan seminar ialah menciptakan big data yang cepat dan lengkap di dalam era digitalisasi.

Gubernur Agus Martowardojo mengatakan, saat ini masyarakat memasuki era revolusi digital yang juga disebut sebagai revolusi industri keempat. Jika revolusi industri pertama ditandai dengan lahirnya mesin uap, kedua ditandai dengan munculnya elektrifikasi dan produksi-produksi secara massal, ketiga ditandai dengan munculnya teknologi internet, dan keempat adalah fase di mana hampir semua sendi kehidupan telah tersentuh layanan digital.

Baca juga: Lewat Big Data, BI Bisa Cek Lowongan Kerja dan Tren Harga Properti

"Pada fase keempat ini, layanan digital telah memengaruhi cara masyarakat membuat keputusan, cara kita berinteraksi antara satu dengan orang lain dan sekaligus telah mendorong munculnya model bisnis baru yang jauh lebih efisien dan efektif tentu penuh inovasi," ujarnya dalam pembukaan seminar di kantor BI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

BI, sambung Agus, mencermati paling tidak ada tiga faktor utama pendorong revolusi digital saat ini. Pertama, perkembangan telefon seluler telah menjadi perangkat utama untuk mengakses internet. Mayoritas lalu lintas online dunia saat ini berasal dari perangkat telefon seluler.

Baca juga: CANGGIH! Big Data BI Bisa Deteksi Dini Capital Outflow

Kedua internet, di mana pada 2016 hampir 18 miliar berbasis internet telah saling terkoneksi yang mengakitbatkan terciptanya konsep inovatif seperti smartphone dan lain-lain. Ketiga, big data, yang didukung oleh kemampuan komputer melakukan analisis yang kompleks.

Agus mengatakan, pada 2016, lintas internet global setidaknya telah mencapai 1,2 triliun gigabite yang terutama dipicu peningkatan tren penggunaan media sosial (medsos) melalui perangkat gadget. Tercatat pada 2013, terdapat setidaknya 1,8 miliar pengguna aktif yang kemudian jumlahnya bertambah menjadi 2,8 miliar pada 2016.

"Aktivitas medsos dan layanan digital yang meluas inilah yang mendorong data baru secara masif, data besar, bervariasi dan dihasilkan cepat, real time inilah yang dikenal sebagai big data," ujarnya.

Menurut Agus, perkembangan teknologi yang pesat saat ini juga dapat menyaring informasi dan melakukan analisasi yang mendalam terhadap data-data yang dihasilkan tersebut, sehingga dapat digunakan untuk keperluan produktif.

Baca juga: Gara-Gara Masalah Big Data, Bixby Versi Bahasa Inggris Tertunda

Oleh karena itu, ketiga faktor yang dicermati BI dalam revolusi digital sekarang ini menjadi bagian dari fenomena terobosan teknologi yang dikenal mampu mengubah kehidupan masyarakat.

"Munculnya berbagai medsos misalnya telah menyebabkan perubahan cara manusia berinteraksi," ujarnya

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini