Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kakek Berusia 100 Tahun Ini Sudah 10 Kali Jadi Orang Terkaya Filipina

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2017 |12:47 WIB
Kakek Berusia 100 Tahun Ini Sudah 10 Kali Jadi Orang Terkaya Filipina
Henry Sy. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi yang cepat di Filipina mencapai 7% per tahun diperkirakan akan berlanjut 2018. Pertumbuhan ekonomi tersebut, diperkirakan akan memperluas jangkauan bisnis Filipina dan menguntungkan program infrastruktur mereka.

Pasalnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan ingin membuat sebuah program yang akan menciptakan jalan raya, jembatan, dan sistem kereta bawah tanah pada 2022. Tingginya pertumbuhan ekonomi ini pun dimanfaatkan oleh para pengusaha Filipina untuk meraup cuan.

Namun, tidak ada yang menangkap kesempatan ini lebih baik daripada Henry Sy, yang sudah berusia berusia 92 tahun. Henry kembali menjadi orang terkaya di Filipina dari daftar 50 miliarder versi Forbes, dan telah memegang gelar tersebut selama 10 tahun berturut-turut. Tercatat, kekayaan bersihnya melonjak menjadi USD18 miliar yang mengejutkan dari sebelumnya USD13,7 miliar di 2016.

SM Investments, di mana dia memegang 54% sahamnya, telah memperluas bisnisnya ke mal, dan ritel rumahan di China.

Properti memang sektor paling menjanjikan di Filipina, tercatat tujuh dari 10 miliarder terbesar memiliki kepentingan yang cukup besar dalam pembangunan dan pengembangan properti, termasuk David Consunji dari DMCI Holdings serta Edgar Saavedra dan Michael Cosiquien dari Megawide Construction dan Ramon Ang dari San Miguel.

Namun, kekayaan separuh dari 50 miliarder tersebut terkena dampak politik yang bergejolak. Kekayaan Alfredo Yao turun 26%, karena saham di pembuat minuman ringannya, Macay, terpuruk setelah adanya berita bahwa Duterte akan menaikkan pajak minuman bersoda sebagai bagian dari reformasi pajak yang lebih besar.

Senada, kekayaan Edgar Sia malah turun 32%, dan menjadi penurunan paling dalam, karena saham di DoubleDragon Properties-nya mundur. Akibat penurunan kekayaan tersebut dia pun terlempar dari jajaran miliarder. Meski demikian, sektor pertambangan tahun ini menyumbang miliarder, yakni Philip Ang dan Walter Brown, setelah absen satu tahun.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement