Baca Juga: Siap 'Bermain' di Bursa Saham, GMF Sudah Lapor OJK
Sebelumnya, Direktur Utama GIAA Pahala Mansury menargetkan lewat IPO GMF, perseroan akan mendapatkan dana segar sebesar USD150 juta atau setara dengan sekira Rp1,9 triliun jika mengacu kurs Rp13.300 per USD.
Tambahan dana ini dapat dilakukan untuk pengembangan di tubuh GMF. Targetnya, kata Pahala, GMF dapat tumbuh hingga 20% pasca-IPO.
Dengan demikian, secara konsolidasian, kinerja keuangan akan ikut terkerek. Selain itu, perseroan juga akan mengandalkan pemasukan dari dana haji dan umrah.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.