Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Tertekan, Bisnis Asuransi Jiwa Tetap Tumbuh

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 06 September 2017 |11:07 WIB
Ekonomi Tertekan, Bisnis Asuransi Jiwa Tetap Tumbuh
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

Hal itu diakui Sie Keristina, Senior Financial Planner Manulife Indonesia bahwa dia beberapa kali membantu nasabahnya yang kedukaan. Beberapa kliennya meninggal dunia karena kecelakaan dan sakit. Ada juga beberapa yang meninggal dunia karena menderita kanker dan penyakit kritis lain.

Terlebih, sekarang ini biaya rumah sakit cenderung semakin mahal. “Keluarga yang ditinggalkan tentu terbantu dengan uang hasil klaim mereka. Uang itu bisa digunakan untuk kebutuhan hidup keluarga itu selanjutnya,” ujar dia.

Menurut salah satu agen terbaik Manulife ini, profesi agen asuransi memang belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Menjadi agen asuransi masih menjadi pilihan terakhir.

Biasanya seseorang terjun menjadi agen kalau dia sedang menganggur, atau untuk mengisi waktu luang saat sedang melamar pekerjaan di tempat lain. “Padahal, menjadi agen asuransi prospek menarik. Kalau kerja di perusahaan, setelah lulus kuliah, paling rata-rata terima gaji UMR. Padahal, uang sekolah dan kuliah sudah mahal. Kalau jadi agen, kita yang menentukan penghasilan, bukan company,” ujar Keristina, yang tahun ini dinobatkan menjadi Top Agent of The Year Manulife.

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement