JAKARTA – Industri asuransi merupakan bisnis anomali. Saat ekonomi lesu dan banyak bidang usaha tertekan ternyata industri asuransi malah tumbuh. Hal itu juga terjadi di Indonesia, saat krisis industri asuransi tetap bertahan.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim pun mengakui hal itu. Menurut dia, asuransi jiwa akan tetap tumbuh dalam kondisi apa pun. “Buktinya, dalam kondisi ekonomi melemah pada 2015, asuransi jiwa masih bisa tumbuh 10%,” ujar Hendrisman.
Baca juga: Wah! Agen Produktif Asuransi Diimbau Masuk Komunitas Global
Bahkan, tahun ini meskipun perekonomian global masih lesu, industri asuransi jiwa dapat terus tumbuh. AAJI memperkirakan pertumbuhannya sekitar 10-30%. Pada 2016 AAJI mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa melonjak 57,4%.
Pendapatan industri asuransi jiwa pada 2016 mencapai Rp208,92 triliun, tahun sebelumnya hanya Rp132,74 triliun. Padahal saat itu tengah terjadi perlambatan ekonomi global maupun domestik. Dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan diperkirakan akan berlanjut, apalagi melihat kondisi penetrasi asuransi di Indonesia yang masih sangat rendah.