"Kalau dilihat kemampuan Bulog dari petani kita agak khawatir. Semester I 2017 dibanding yoy (year on year) Bulog alami penurunan daya serap 500-600 ribu ton," jelasnya.
Selain itu, dirinya menilai bahwa teknologi yang dimiliki oleh Bulog masih kalah dari juragan beras. Sehingga penyerapan Bulog masih minim setelah menetapkan HET. Dia juga menilai bahwa beras yang dimiliki Bulog hanya medium, maka itu harus menjadi perhatian pemerintah juga.
"Saya ingin kritik HET idealnya ambang batasnya. Kalau pemerintah harga pasar di atas HET, pemerintah harusnya operasi. Stok Bulog punyanya medium, premium enggak punya," tukasnya.
(tro)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.