Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh! Harga Anjlok karena Produksi Garam Melimpah Bikin Petani Gigit Jari

Antara , Jurnalis-Minggu, 10 September 2017 |07:55 WIB
<i>Duh</i>! Harga Anjlok karena Produksi Garam Melimpah <i>Bikin</i> Petani Gigit Jari
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

Dia mengatakan harga jual garam di tingkat petani Kabupaten Probolinggo anjlok dari Rp4.000 per kilogram (kg) pada pertengahan tahun atau Juli 2017, namun kini garam hanya dihargai Rp600 per kg.

"Turunnya harga jual garam krosok terjadi secara bertahap. Paling drastis sejak 10 hari lalu mulai turun menjadi Rp1.200, lalu turun lagi menjadi Rp1.100, Rp1.000, Rp800, dan sekarang menjadi Rp700 per kg bahkan katanya ada garam petani dihargai Rp600 per kg," katanya.

Baca Juga: Catat! Selain Cabai, BPS Beri Catatan Khusus pada Harga Garam yang Naik 150%

Buhar menjelaskan Break Event Point (BEP) atau titik aman penjualan garam krosok di tingkat petani sebesar Rp1.000 per kg dan perhitungan itu untuk budi daya garam selama lima bulan dalam setahun.

"Saya mengakui setiap petani memiliki perhitungan sendiri untuk menentukan besaran BEP garam, tetapi petani sepakat jika harga dibawah Rp800 per kg, maka petani akan mengalami kerugian," ujarnya.

Dirinya menyarankan petani garam untuk menyimpan panennya dulu hingga harga jualnya kembali normal karena garam yang disimpan lebih lama, kualitasnya akan semakin bagus dan kadar air akan semakin rendah," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement