Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KATA MEREKA: Datanya Dijualbelikan, Nasabah Khawatirkan Pengamanan Perbankan

Trio Hamdani , Jurnalis-Senin, 11 September 2017 |08:05 WIB
KATA MEREKA: Datanya Dijualbelikan, Nasabah Khawatirkan Pengamanan Perbankan
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Terbongkarnya kasus jual beli data nasabah mengejutkan masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat juga khawatir jika nomor telepon hingga data dirinya tersebar luas dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Penjualan data nasabah terkuak saat Bareskrim menangkap pelaku yang diketahui berinisal C. Dia diduga menjual data menggunakan jaringan internet.

Untuk menghindari hal tersebut, Okezone telah merangkum beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Berikut adalah hal yang harus dilakukan agar data Anda tidak tersebar:

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati ketika isi formulir. Pada saat mengisi data pribadi, pastikan anda membaca ketentuan sharing data yang berada di formulir.

Terkait hal ini, OJK akan melakukan sosialisasi pada masyarakat perihal ini. Pasalnya, ketika formulir pengisian ada tanda yang menetujui bahwa nasabah mengizinkan untuk sharing data, maka akan sulit nantinya.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengimbau nasabah untuk lebih berhati-hati, mengingat kerahasiaan data nasabah begitu rentan. Jebolnya rahasia data nasabah bank itu pun kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan penipuan yang tujuannya untuk menguras dana milik nasabah dengan berbagai cara yang mereka miliki.

Bos dari bank berkode saham BMRI itu pun mengatakan, ada oknum nakal yang berpura-pura menjadi pegawai bank guna membujuk nasabah, yang ujung-ujungnya akan merugikan nasabah.

Sama halnya dengan mengisi formulir, Anda juga perlu berhati-hati saat mengisi data di online shop. Sebab, hingga kini belum ada lembaga yang mengawasi keamanan belanja secara online.

Misalnya, setiap melakukan pembelian, maka penjual akan meminta tiga digit terakhir nomor kartu.

Tak disangka, ternyata saat kartu kredit digesek pada mesin kasir, data Anda bisa terekam secara otomatis. Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas mengatakan, sejatinya transaksi kartu kredit cukup dengan menggesekkan kartu ke mesin EDC. Tidak perlu digesek ke mesin kasir.

Pertama menggesekkan kartu kredit atau debit ke mesin EDC, kemudian kasir menggesekkan lagi ke keybord komputer atau mesin cash register yang ada di kasir. Padahal sudah cukup dengan menggesekkan ke ECD. Jangan mau, karena itu merekam data nasabah di komputer atau hardisk PC mereka," jelasnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement