Miliki Kapasitas PLTP Terbesar, Indonesia Akan Kalahkan AS dan Filipina

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 12 320 1774099 miliki-kapasitas-pltp-terbesar-indonesia-akan-kalahkan-as-dan-filipina-kH9g7FR0vT.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pemerintah menargetkan kapasitas listrik dari tenaga panas bumi Indonesia akan menjadi yang ter besar di dunia pada 2021. Pada 2021 kapasitas terpasang PLTP di Indonesia ditargetkan mencapai 3.559,5 MW.

”Berdasarkan hasil analisis kami, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Indonesia akan mengalahkan produsen tenaga listrik panas bumi terbesar dunia, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Filipina pada 2021,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementeri an Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana di Jakarta kemarin.

 Baca juga: Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi, Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru

Dia mengatakan, pada 2018 diproyeksikan kapasitas listrik tenaga panas bumi Indonesia akan mencapai 2.023,5 megawatt (MW) melalui penambahan kapasitas dari PLTP Sarulla 2x110 MW, PLTP Karaha 30 MW, PLTP Sorik Marapi 2x20 MW, dan PLTP Lumut Balai 55 MW. Dengan kapasitas terpasang sebesar itu, Indonesia mengalahkan Filipina sebagai negara pengguna energi panas bumi terbesar ke dua di dunia.

Selanjutnya, pada 2021 kapasitas terpasang PLTP Indonesia diproyeksikan mencapai 3.559,5 MW sehingga melampaui kapasitas produsen listrik panas bumi AS yang saat ini terbesar di dunia. Menurut Dadan, proyeksi itu didasari asumsi sudah terbatasnya cadangan panas bumi di Filipina.

 Baca juga: Potensi Listrik Panas Bumi di Sarulla hingga 1.000 Mw, Menteri Jonan: Salah Satu Terbesar di Dunia

Sementara di Amerika Serikat, peningkatan kapasitas panas bumi diyakini tidak akan naik signifikan lantaran Negeri Paman Sam tersebut tidak memberikan in sentif kepada para pengembang. Di sisi lain, Indonesia memiliki cadangan panas bumi sebesar 17.506 MW dan sumber daya sebesar 11.073 MW yang belum dioptimalkan.

Potensi panas bumi tersebut tersebar di 331 titik di seluruh wilayah Indonesia sehingga sangat strategis untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus tumbuh. Adapun saat ini pemanfaatan panas bumi baru se besar 1.698,5 MW atau sekitar 10%. Untuk mencapai target tersebut, imbuh Dadan, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong investasi energi panas bumi.

 Baca juga: Proyek Panas Bumi Berpotensi Rugikan Negara, KPK Diminta Turun Tangan

Dia mengatakan, untuk mendorong peningkatan in vestasi panas bumi peme rin tah membuat regulasi dengan memberikan insentif fiskal atau pun nonfiskal. Tidak ha nya itu, pemerintah juga mem buat regulasi mengenai panas bumi yang diatur dalam Undang- Undang (UU) No 21/2014 tentang Panas Bumi berikut aturan turunannya yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 7/2017 tentang Panas Bumi untuk Pemanfaatan Tidak Langsung, serta peratur anperaturan tek nis lainnya.

Pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No 50/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Poin penting dari beleid tersebut, yaitu penyempurnaan terkait Biaya Pokok Penyediaan (BPP). Untuk wilayah timur, apabila BPP setempat lebih besar dari BPP nasional, harga listrik panas bumi merupakan 100% BPP setempat sehingga harga listrik panas bumi cukup menarik dan ekonomis untuk dikembangkan.

Sementara untuk wilayah barat, apa bila BPP setempat lebih rendah dari BPP nasional, harga listrik panas bumi di ten tukan dengan mekanisme business to business antara Badan Usaha dan PT PLN (Persero). Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ridha Mulyana menam bahkan, pemerintah berkomit men meningkatkan investasi energi baru terbarukan, khususnya panas bumi.

Pada akhir tahun ini Kementerian ESDM akan melelang enam wilayah kerja panas bumi (WKP) setelah merampungkan peraturan menteri ESDM yang mengatur teknis penawaran wilayah kerja panas bumi.

Adapun WKP tersebut adalah Sekincau dengan kapasitas 110MW, Telaga Ranauber kapasitas 5 MW, Kapahiang berkapasitas 110 MW, Oka Ile Ange berkapasitas 10 MW, Pandan dengan kapasitas 40 MW, dan Gerandong dengan kapasitas 55 MW. Rencananya, Permen ESDM tersebut rampung pada akhir September. ”September selesai Permennya sehingga punya waktu sisa Oktober, November, dan Desember untuk lelang,” ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini