Share

YLKI: BI Jangan Paksa Bank Pungut Biaya Top Up Uang Elektronik

Trio Hamdani, Okezone · Jum'at 22 September 2017 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 22 320 1780804 ylki-bi-jangan-paksa-bank-pungut-biaya-top-up-uang-elektronik-D9h4rE6Wh6.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menetapkan tarif maksimum pengisian saldo (top up) uang elektronik atau e-money. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan agar aturan tersebut tidak terkesan memaksakan bank untuk memungut biaya isi saldo.

Adapun, aturan BI tersebut tercantum dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN).Ā 

Baca Juga: Perbanas Pertanyakan Wacana Pemungutan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik

"Sebaiknya saran yang paling riil peraturan BI ini tidak mewajibkan bank memberikan biaya. Karena bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) tegas mengatakan tidak memberikan (biaya top up) kepada nasabahnya," kata Ketua PengurusĀ Harian YLKIĀ TulusĀ Abadi ditemui di kantornya, Jumat (22/9/2017).

Sebagai mata ketetapan Peraturan Bank Indonesia (PBI), di sana mengatur tarif maksimum pengisian saldo uang elektronik dengan cara "off us" atau lintas kanal pembayaran sebesar Rp1.500, sedangkan cara "on us" atau satu kanal, diatur dengan dua ketentuan yakni gratis dan bertarif maksimum Rp750.

Baca Juga: Bank BUMN Kompak Tolak Aturan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik

"BI jangan memaksa (bank harus memungut biaya isi saldo) karena kompetisi berjalan. Bagi bank yang menerapkan pembiayaan silakan, bagi yang gratis silakan," jelasnya.

Maka, lanjut dia, konsumen, dalam hal ini pemilik kartu uang elektronik dapat menentukan pilihannya terhadap produk dari bank mana. "Nanti biar konsumen yang menentukan akan memilih bank siapa," ujar Tulus.

"Kalau BI memaksakan dengan aturan yang baru ini kami mencurigai BI ini sebenarnya memihak ke bank siapa atau bank mana karena menjadi pertanyaan besar kenapa BI memaksakan aturan ini sementara ada bank yang bersedia tidak memberikan biaya top up kepada konsumennya," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini