Image

Tidak Perlu lewat Singapura, Peti Kemas ke Amerika Bisa Langsung dari Tanjung Priok

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 22 September 2017, 19:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 22 320 1781195 tidak-perlu-lewat-singapura-peti-kemas-ke-amerika-bisa-langsung-dari-tanjung-priok-nRPEaslrJI.jpg Ilustrasi Pelabuhan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan Pelayaran asal Prancis yaitu Compagnie Maritime d’Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) resmi membuka layanan jasa angkut peti kemas dari Tanjung Priok menuju West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat. Dengan adanya rute langsung, dari Indonesia langsung ke Amerika, maka kapal-kapal pengangkut peti kemas tidak perlu lagi singgah ke Singapura.

Senior Vice President Operations Pelindo II David Sirait mengatakan tanpa perlu singgah ke Singapura, maka ada efisiensi 10 hari. Sebelumnya, kapal yang memuat kontainer harus singgah ke Singapura untuk ganti kapal, baru melanjutkan perjalan ke Amerika. Akibatnya, proses ini membutuhkan waktu 33 hari perjalanan. Namun, dengan rute langsung Jakarta- Singapura, rutenya lebih cepat, yakni 23 hari.

"Yang sudah nyata, di New Priok Port, itu ada langsung service Jakarta ke Amerika, tadinya membutuhkan 33 hari, karena harus mampir ke Singapura menggunakan kapal kecil mampir ke Singapura atau Malaysia, mampir dulu dibongkar kontainernya, tentunya cost yang keluar untuk bongkar muatnya," jelas dia Jakarta Convention Center, Jumat (22/9/2017).

David menjelaskan, efisiensi juga dirasakan oleh angkutan peti kemas dalam negeri, menyusul adanya tol laut. David mencontohkan penurunan biaya angkut peti kemas dari Jakarta ke Pontianak, Kalimantan Barat. Dari kisaran harga awal sebelum ada tol yaitu Rp6 hingga Rp7,5 juta biayanya bisa turun hingga lebih dari 20% menjadi Rp2,5 juta.

"Pengiriman 20 feet full kontainer, tahun 2012, dari Jakarta ke Pontianak itu Rp6,5 hingga Rp7,5 juta. Setelah kita transformasi infrastruktur yang hub maupun soft, yang di lapangan maupun digitalisasi dan orang - orangnya itu bisa menurunkan biaya, dari Rp6 juta hingga Rp7 juta menjadi Rp2,5 juta. bisa dibayangkan turunan-turunannya, karena dia bisa irit," ujar dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini