nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Saham GMF Aero Asia Cuma Mampu Terbang 2%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017 09:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 10 278 1792344 ipo-saham-gmf-aero-asia-cuma-mampu-terbang-2-6mXDl1OKvw.jpg IPO GMF AeroAsia. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) yang merupakan anak usaha dari PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi melantai di pasar modal hari ini.

Dengan pencatatan ini, maka GMF Aero Asia menjadi perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pertama yang debut di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekaligus menjadi emiten ke 52 di tahun 2017 dan emiten ke 559 di pasar modal.

Total saham yang ditawarkan GMF dalam IPO ini adalah sebanyak 2,82 miliar lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru atau sebanyak 10% persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor GMF setelah IPO.

Baca Juga: Lewat IPO GMF Aero Asia, Garuda Berharap Bisa Perkecil Kerugian

Dengan mempertimbangkan animo dari calon investor baik publik maupun investor strategis selama masa book-building serta untuk mengoptimalkan nilai perusahaan, maka GMF memutuskan untuk melepas saham dengan komposisi 10% untuk publik pada saat IPO dan 20% untuk investor strategis pasca IPO.

Saham dengan kode GMFI ditawarkan ke publik dengan harga Rp400 per saham. Dengan harga tersebut, maka perseroan bakal mengantongi dana segar Rp1,2 triliun. Selama proses penawaran, saham GMFI mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 2,6 kali.

Baca Juga: Akhirnya! Garuda Maintenance Facility Go Public 10 Oktober, Tawarkan 30% Saham

Pada debut perdananya, saham GMFI dibuka pada posisi Rp.408 per lembar saham atau naik 2% setara 8 poin. Harga tertinggi Rp410 per saham dan harga terendah Rp408 per saham. Volume perdagangan sebanyak 349 lot dengan frekuensi 3 kali yang menghasilkan transaksi nilai Rp14,3 juta.

Dalam gelaran IPO, GMF telah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi atau Joint Lead Underwriters, yaitu PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini