Image

Tanjung Priok Jadi Pelabuhan Internasional, Dirut Pelindo II : Kami Tidak Bersaing dengan Singapura

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017, 21:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 10 320 1792867 tanjung-priok-jadi-pelabuhan-internasional-dirut-pelindo-ii-kami-tidak-bersaing-dengan-singapura-xVztZoqR18.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) mengklaim rencana pemerintah untuk menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan transhipment kelas internasional bukanlah untuk menyaingi negara tetangga Singapura. Pasalnya, Singapura memiliki pasar tersendiri dalam industri logistik.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Transhipment kelas internasional adalah untuk membuktikan kepada dunia, jika Indonesia juga bisa memberikan servis seperti layaknya pelabuhan di Singapura. Selain itu, hal tersebut juga untuk memberikan warna baru bagi industri pelabuhan di tanah air.

Baca juga: Jadi Pelabuhan Transhipment Kelas Internasional, Tanjung Priok Bakal Disinggahi Kapal Besar

“Kami tidak akan bersaing dengan Singapura, karena Singapura mempunyai pasar sendiri. Tetapi kami meyakini bahwa Pelindo II bisa juga memberikan service seperti singapura. Sebagai salah satu pelabuhan yang berkelas di Asia berkelas di dunia, dan tentu ini menjadi warna baru, era baru pelabuhan Indonesia," ujarnya saat ditemui di The Hermitage Hotel, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Bagaimana tidak lanjut Elvyn, jika Tanjung Priok menjadi Transhipment kelas internasional akan memangkas waktu perjalanan ekspor. Karena, kapal tidak perlu transit lagi di Singapura ketika akan import dan ekspor dari dan menuju Indonesia.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan di Pelabuhan, Menhub: Kita Coba Seminggu Full Tanjung Priok Dibuka

"Keberadaan transhipment port di Jakarta bukan sesuatu yang khayalan karena dia akan memberikan tambahan efisiensi paling tidak dari sisi hari bisa mengurangi perjalanan hingga 7 hari," jelasnya.

Selain dari sisi waktu, kehadiran Tanjung Priok sebagai pelabuhan transhipment kelas internasional juga bisa mengefisiensi dari sisi cost. Dirinya memprediksi setidaknya cost logistik akan bisa turun sekira USD 100 per kargo dengan adanya Pelabuhan Transhipment Internasional Tanjung Priok.

Baca juga: Jadi Pelabuhan Transhipment Internasional, Pelindo II Bakal Buat Tarif Kompetitif di Tanjung Priok

"Dan sudah terbukti setidak-tidaknya cosr itu turun per kargo sekitar USD100. Bayangkan kalau 3 juta kargo dikalikan USD 100 tentu sangat besar untuk menurunkan cost logistik. Dan berikutnya distribusi barang dari Indonesia ke negara-negara lain juga bisa lebih cepat dengan menggunakan transhipment port khususnya di Tanjung Priok," imbuhnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini