Image

Dituding Terlibat dalam Kasus First Travel, Kemenag : Suruh Buktikan Saja

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 21:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794381 dituding-terlibat-dalam-kasus-first-travel-kemenag-suruh-buktikan-saja-oUrVdct1nE.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Para jamaah yang menjadi korban penipuan dari PT First Travel menuding ada oknum Kementerian Agama yang terlibat dalam kasus ini. Hal tersebut diperkuat dengan sulitnya para korban meminta rekomendasi dari Kemenag untuk dipertemukan dengan pihak First Travel.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian mengatakan pihaknya mendukung jika ada upaya investigasi adanya oknum yang terlibat. Karena menurutnya hal tersebut sangat perlu dibersihkan sebelum menyebar kepada yang lainnya.

"Oh iya jelas (kita dukung). Suruh buktikan saja kalau ada dugaan main-main ya itu perlu kita bersihkan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Soal Izin First Travel, DPR: Jangan Dicabut tapi Dibekukan

Akan tetapi lanjut Muhajirin, menurutnya hingga saat ini pihaknya tidak pernah menemukan adanya keterlibatan oknum Kemenag. Khususnya dalam kasus penipuan First Travel.

"Karena sejauh ini yang saya tahu tidak ada (keterlibatan). Kalaupun ada kita tindak keras," tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Diah Pitaloka mengatakan kejadian seperti first travel cukup membuktikan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Pihaknya pun akan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai lemahnya pengawasan.

"Ini untuk mengetahui bagaimana sistem ini berjalan tentunya," jelasnya.

 Baca juga: Biaya Umrah First Travel di Bawah Standar, Apa Ada Kelalaian Pemberian Izin?

Menurt Diah, dilakukannya investigasi untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan ini berjalan. Selain itu, untuk mengetahui pula penyebab dari lemahnya pengawasan tersebut

"Ini biar tahu apakah ada oknum oknum yang membuat lemah ataukah memang pengawasannya yang tidak dijalankan," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini