Image

Biaya Umrah First Travel di Bawah Standar, Apa Ada Kelalaian Pemberian Izin?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 19:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794303 biaya-umrah-first-travel-di-bawah-standar-apa-ada-kelalaian-pemberian-izin-pTaYGKEIj0.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Ribuan jamaah umrah menyampaikan kekecewaannya lantaran tidak jadi diberangkatkan oleh salah satu agen perjalanan umrah PT First Travel. Padahal, semua nasabah telah membayarkan uang perjalanan sebesar Rp14 juta per orang kepada pihak First Travel.

Atas kejadian itu, pemerintah pun dituding tidak serius dalam melakukan pengawasan terhadap agen-agen travel seperti First Travel. Khususnya mengenai pemberian izin kepada biro perjalanan umrah.

Anggota Komisi VIII Choirul Muna mengatakan selama ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) telah mengabaikan aturan-aturan mengenai pemberian izin kepada agen perjalanan umrah. Sebagai contohnya, Kemenag tetap membolehkan First Travel melakukan perjalanan dengan tarif Rp 14 juta per orang. Padahal dalam aturan sangat jelas jika biaya umrah tidak boleh di bawah harga Rp 20 juta per jamaahnya.

Baca juga: Rapat 2 Jam, OJK hingga Kemenag Sepakat Bela Korban First Travel

Menurutnya, Kemenag harus segera melakukan perbaikan dalam hal pengawasan mengenai pemberian izin. Karena jika tidak, akan semakin banyak agen-agen travel seperti First Travel yang akan muncul.

"Kemenag tahu bahwa standar (biaya keberangkatan) adalah Rp20 juta. Kalau di bawah itu ada indikasi penipuan. Kenapa di sini Kemenag sudah tahu kalau namanya First Travel melakukan pemberangkatan umrah dengan harga Rp14 juta tapi masih menilai itu baik," ujarnya di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Soal First Travel, DPR: Ada Oknum atau Pengawasannya Tak Dijalankan?

Menurut Choirul, saat ini masih ada sekitar 8 sampai 10 penyelenggara umrah sejenis First Travel yang saat ini masih beroperasi di Indonesia. Kemenag bersama Otoritas Jasa Keuangan diminta dapat membongkar keberadaan travel tersebut.

"Travel travel yang terindikasi ada lebih dari 8 sampai 10 travel yang akan kita bongkar yang sejenis mirip First Travel. Nah ini, mohon jawaban dari Kemenag dan OJK sebagai pengumpulan investasi," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini