Aset First Travel Disita Negara, BPKN Nyatakan Sangat Rugikan Jamaah

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 320 2142405 aset-first-travel-disita-negara-bpkn-nyatakan-sangat-rugikan-jamaah-3MKQM9B9dU.jpg BPKN soal Aset First Travel (Foto: Okezone.com/Taufik)

JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta pemerintah atas nama negara hadir memberikan rasa keadilan terhadap jemaah umrah terkait kasus penipuan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Seperti diketahui, putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 yang memutuskan menyerahkan seluruh aset First Travel kepada negara.

Baca Juga: Wamenag Dukung Aset First Travel Dikembalikan ke Jamaah

Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rolas Sitinjak mengatakan bahwa keputusan menyerahkan seluruh aset First Travel kepada negara ini malah merugikan para Jemaah yang notabene sebagai konsumen.

"Jadi, pada kasus ini, negara harus hadir untuk memberikan solusi kepada konsumen tersebut. Kami juga telah diskusi dengan beberapa pihak agar negara memberikan solusi," ujar dia di kantornya, Senin (16/12/2019).

Baca Juga: Aset First Travel Disita, Ini Tanggapan Kemenkeu

Kemudian, lanjut dia, solusi yang harus diberikan pemerintah kepada korban First Travel salah satunya bisa diberangkatkan umrah oleh negara. Di mana jamaah yang menjadi korban itu tidak bersalah.

"Mereka (jamaah) telah lama mengumpulkan uang agar bisa melakukan umrah. Tapi kenyataannya malah ditipu oleh travel agent," ungkap dia.

Sementara itu, Koordinator Komisi III Advokasi BPKN, Rizal E Halim menyebut, pihaknya saat ini sedang mendorong agar aset First Travel bisa kembali ke para jemaah.

"Kami sedang mendorong agar aset Fisrt Travel kembali ke jamaah bukan ke negara," pungkas dia.

First Travel

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini