nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantap! Ekspor RI di September 2017 Naik 15% Jadi USD14,54 Miliar

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 16 Oktober 2017 12:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 16 320 1796205 mantap-ekspor-ri-di-september-2017-naik-15-jadi-usd14-54-miliar-gx2zaK34LM.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang September 2017 nilai ekpor mencapai USD14,54 miliar atau 15,6% secara year on year (yoy). Namun, jika dibandingkan bulan Agustus 2017 atau secara month to month (mtm), ekspor September turun 4,51%

Penurunan ekspor September 2017 disebabkan oleh menurunnya ekspor komoditas non migas September 2017 turun 6,09% mencapai USD13,10 miliar sedangkan ekspor migas naik 12,71 secara mtm menjadi USD1,44 miliar.

Baca Juga: Ekspor Peternakan RI Naik 22%, Mentan: Termasuk Babi ke Singapura

Peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah 27,16% menjadi USD521 juta dan ekspor hasil minyak naik 126,25% menjadi USD196,7 juta. Sebaliknya ekspor gas turun 7,55% menjadi USD721 juta.

"Penurunan ekspor ini karena faktor musiman. Kita harapkan ekspor mulai meningkat di bulan-bulan berikutnya dan nanti puncak naiknya di Desember 2017," ungkap Kepala BPS, Kecuk Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Baca Juga: Jokowi Puas, Januari-Agustus Nilai Ekspor Naik 17,58% Tembus USD108,79 Miliar

Sementara itu, ekspor migas secara (yoy) naik 35,58%. Peningkatan terbesar ekpor nonmigas September terhadap Agustus 2017 terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya mencapai USD2,19 miliar atau naik 29,54% (yoy) dan industri pengolahan naik 11,78% (yoy).

Sedangkan sektor yang mengalami penurunan yakni pertanian yang turun 9,02% (yoy). "Pertanian turun karenan penurunan kopi, tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah serta biji kakao untuk bulanan dan untuk tahunan dikarenakan penurunan ekspor lada hitam dan lada putih juga biji kakao," jelasnya.

"Industri pengolahan naik (yoy) karena ada peningkatan minyak kelapa sawit dan logam mulia. Sedangkan penurunan bulanan disebabkan oleh penurunan ekspor minyak kelapa sawit, pakaian jadi serta perhiasan dan barang berharga," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini