JAKARTA - Transportasi online terus mengalami pertumbuhan. Hal itu dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah mitra atau driver transportasi yang mengandalkan platform digital itu.
Banyaknya jumlah mitra transportasi online dapat membuka peluang bagi industri asuransi. Mitra dari transportasi online dianggap potensial untuk memperluas jumlah kepesertaan pada perusahaan di bidang asuransi.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengungkap data bahwa jumlah tenaga kerja yang bukan penerima upah (BPU) tergolong banyak. Termasuk pula di dalamnya mitra transportasi online. Porsinya ditaksir sebesar 53% dari total angkatan kerja. Oleh karenanya, pihaknya berupaya memanfaatkan peluang tersebut.
Baca Juga: Ekonomi Tertekan, Bisnis Asuransi Jiwa Tetap Tumbuh
"BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jumlah kepesertaan aktif tahun 2017 mencapai 25,2 juta orang, atau meningkat 11% dari tahun 2016," kata Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis di Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Pihaknya, guna memanfaatkan potensi mitra transportasi online untuk meningkatkan jumlah kepesertaan asuransi pun tengah membidik salah satu perusahaan transportasi berbasis online, Uber. "Kerja sama dengan Uber ini adalah bagian dari upaya mencapai target tersebut," paparnya.
Baca Juga: Komisi XI Setujui Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi RI Maksimal 80%
"Mitra pengemudi Uber termasuk dalam kategori pekerja bukan penerima upah, mereka tentu tidak terlepas dari risiko saat beraktivitas untuk memperoleh pendapatan. Inilah pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi mereka," sambung dia.
Senada dengannya, Head of Public Policy and Government Affairs Uber, John Colombo menyatakan bahwa pertumbuhan pengemudi transportasi online terus mengalami pertumbuhan. Hal itu tidak terlepas dari fleksibilitas pekerjaan sebagai mitra transportasi online.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)