nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Penyebab Perusahaan Bangkrut, Tak Miliki Strategi Jitu hingga Kepercayaan

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 10:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 20 320 1799107 10-penyebab-perusahaan-bangkrut-tak-miliki-strategi-jitu-hingga-kepercayaan-NJwQRxuJkF.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

6. Inability to control expenses. Mengeluarkan uang mudah, yang sulit adalah mencari uang. Dan itu lah yang sering terjadi, sementara perusahaan berjuang keras dalam berkompetisi apalagi dengan pesaing yang agresif dan memiliki berbagai keunggulan, sebagian orang begitu mu dah mengeluarkan uang, melakukan pembelanjaan dengan pemikiran nanti akan kembali dari keuntungan yang diperoleh. Perusahaan harus mengatur keseimbangan dan justru menempatkan orang-orang yang ke tat da lam mengontrol sehingga tidak terjadi pemborosan apalagi ma nipulasi.

7. Lack of strategic and effec tive leadership. Tidak atau kurang memiliki pengalaman, akibatnya meraba-raba. Tidak memiliki strategi yang jitu untuk mengakomodasi keinginan, misi dan visi dari para pemilik dan pendiri perusahaan, sehingga antara angan-angan dan kenyataan terdapat jurang yang jauh. Salah satu solusi adalah dengan menghubungi dan menyewa para ahli, konsultan dan mentor untuk memberikan bimbingan.

8. Failure to build an employee tribe. Gagal membentuk budaya dan perasaan kebanggaan sesama karyawan. Mereka tidak merasa bagian dari perusahaan dan keluarga besar, aki batnya tidak ada loyalitas dan memberikan apa yang ada pada dirinya sekedarnya, bukan yang terbaik. Ketika kesempatan tiba langsung hengkang keperusahaan lain, alih-alih keperusahaan pesaing dengan membawa in formasi dan rahasia perusahaan. Timbul persaingan yang tidak sehat dan saling menjegal. Perusahaan menjadi korban.

9. Failure to create the proper business systems. Tidak memiliki sistem, prosedur dan peraturan, aturan main yang memadai, yang sinkron dan paralel, sehingga proses sering tersendat dan membuat pembeli kecewa dengan pelayanan yang serba lamban. Belum lagi arus dan proses informasi yang tidak lancar. Semua menjadi penghambat dalam kelancaran kerja. Masing-masing pihak merasa lebih penting dan berkuasa.

10. Failure to optimize conversions. Keinginan untuk melakukan bisnis, sekalipun ada faktor untung-untungan dan good luck, namun secara perhitungan di atas kertas harus menunjukkan positif, dengan rasional yang masuk akal dan tidak berharap dari situasi yang berpihak kepada perusahaan. Justru faktor-faktor penghambat dan pemotong diperhitungkan dan apa bila semua telah diperhitungkan dengan skenario terburuk masih menunjukkan tanda-tanda positif berarti bisnis yang akan dijalani memberikan harapan.


Eliezer H Hardjo


Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) & The Institute of Certified Professional Managers (ICPM)

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini