Jin Gong Men China Ltd., Nama Baru Perusahaan Mcdonald's di China

ant, Jurnalis · Minggu 29 Oktober 2017 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 29 278 1804536 jin-gong-men-china-ltd-nama-baru-perusahaan-mcdonald-s-di-china-g99jbqDVeA.jpg Restoran McDonald's (Foto: Reuters)

BEIJING - Jaringan perusahaan makanan cepat saji global McDonalds di China berganti nama menjadi Jin Gong Men atau yang berarti busur emas. Perubahan nama McDonalds menjadi Jin Gong Men telah menjadi viral di media sosial China.

Perubahan nama perusahaan tersebut diyakini tidak akan memengaruhi pangsa pasar McDonald's di negara berpenduduk terpadat di dunia ini. Nama baru itu, masih sesuai dengan lisensinya dan tidak akan berdampak pada operasional harian.

Menurut McDonalds Corps sebagaimana dikutip China Daily, Minggu, nama gerai, standar keamanan pangan, dan prosedur operasional tidak akan berubah.

Baca Juga: McDonald Ubah Konsep Bisnis Jadi Franchise

 

Masyarakat di daratan China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan biasa menyebut gerai waralaba asal Amerika Serikat itu dengan nama Maidanglao. Sama halnya ketika mereka juga menyebut KFC dengan Kendeji atau Starbucks dengan Xingbake.

Mulai 12 Oktober 2017, perusahaan McDonalds di China berganti nama menjadi Jin Gong Men China Ltd.

Hal itu menyusul pengumuman dari pihak McDonalds yang telah merampungkan kontrak kemitraan strategis dengan CITIC Ltd, CITIC Capital Partners, dan The Carlyle Group pada Agustus lalu.

Perusahaan baru tersebut akan menjadi waralaba McDonald terbesar di luar AS. CITIC dan CITIC Capital memegang saham mayoritas sebanyak 52% di perusahaan baru itu, sedangkan Carlyle Capital 28% dan McDonalds 20%.

Usaha yang dikembangkan McDonalds di Tiongkok daratan telah mencapai 2.500 unit restoran dan di Hong Kong sekitar 240 unit.

Baca Juga: Lepas Saham Rp11,31 T, McDonald Cari Investor di Jepang

 

" Kemampuan sumber daya CITIC akan membantu perluasan jaringan bisnis di daratan Tiongkok, terutama dalam upaya merambah kota-kota sedang dan pasar level kabupaten," demikian komentar General Manajer Kantar Worldpanel China, Jason Yu yang dimuat di surat kabar berbasis di Beijing tersebut.

Menurut dia, McDonalds telah jauh meninggalkan rival utamanya, KFC. Oleh karena itu, dia meyakini bahwa saham mayoritas yang dipegang perusahaan China dapat mendukung ekspansi lokal dan meningkatkan inovasi sesuai dengan kebutuhan konsumen setempat.

"Kami meyakini ini formula terbaik dalam memadukan standar kualitas global McDonalds dengan branding CITIC dan Carlyle yang memiliki sumber daya handal di bidang real estate, keuangan, rantai pasokan, ritel, dan teknologi," kata Direktur Utama Jin Gong Men, Zhang Yichen.

Baca Juga: McDonald's Tutup Ratusan Gerai

CITIC Group telah memiliki 1.400 unit bank di pelosok negeri itu. Dengan jaringannya yang merambah kota-kota kecil dan sedang di China, CITIC akan memberikan informasi mengenai lokasi gerai McDonalds di kota-kota kelas tiga dan empat, demikian ujar Zhang.

Menurut dia, mitra CITIC lainnya, seperti Vanke dan Evergrande Group akan dilibatkan dalam kerja sama dengan McDonalds tersebut.

Dalam kemitraan barunya itu, Jin Gong Men telah menyusun visi bisnis 2022 guna mendorong pertumbuhan dua digit setiap lima tahun pada masa-masa mendatang.

Dengan begitu, maka pembukaan restoran baru McDonalds di daratan Tiongkok akan ditingkatkan dari 250 unit per tahun pada 2017 menjadi 500 unit per tahun pada 2022. (ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini