Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dengan Konverter Kit, Nelayan Bisa Hemat biaya Bahan Bakar hingga 50%

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Jum'at, 10 November 2017 |17:06 WIB
Dengan Konverter Kit, Nelayan Bisa Hemat biaya Bahan Bakar hingga 50%
Pembagian Konverter Kit ke Nelayan (foto: Lidya Sembiring/Okezone)
A
A
A

CILACAP - Pemerintah pada tahun ini menargetkan pembagian paket Konverter Kit untuk nelayan pada Program Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) sebanyak 17.000 unit di seluruh wilayah Indonesia.

Dari seluruh unit ini, terbanyak di berikan pada kabupaten Cilacap yakni sebanyak 2.005 paket Konverter Kit. Dari 2.005 paket yang harus diberikan Pemerintah ke Cilacap yang baru terdistribusi baru 1.600 unit. Namun, diyakini hingga akhir tahun ini bisa membagikan semua unit secara bertahap.

 Baca juga: Wih, Menteri Jonan Serahkan 1.375 Konverter Kit ke Nelayan Kecil di Makassar

"Mulai 17 Mei mendapatkan alokasi paket konversi BBM ke BBG sebanyak 2.005 unit dan sampai dengan hari ini telah terdistribusi sekitar 1.600'an unit," ungkap Wakil Bupati Cilacap, Akhmad Edi Susanto di penyerahan paket Konverter Kit di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (10/11/2017).

Menurutnya, di Kabupaten Cilacap jumlah nelayan sekitar 17.000 orang dan sebagian besar dari nelayan ini adalah kelas kecil dengan kapasitas kapal sebesar 5 GT yang ada di Pantai Utara. Oleh karena program bantuan yang diberikan pemerintah disambut baik oleh pihaknya dah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyatnya karena harga BBG lebih murah.

 Baca juga: Nelayan Minta Konverter Kit Diperbanyak

"Kami menyambut baik. Terbukti bahan bakar LPG (BBG) lebih murah. Bantuan konversi Kabupaten Cilacap pada tahun 2016 kita distribusikan dengan baik dan tahun ini juga akan kita distribusikan secara merata bagi yang membutuhkan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Ego Syahrial, mengatakan BBG jauh lebih murah sehingga diharapkan bisa menghemat pengeluaran para nelayan.

“Efek ekonomi dari Program Konversi ini adalah diharapkan nelayan bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 50% atau setengahnya, yang biasanya menghabiskan misalkan Rp100 ribu untuk membeli bensin (BBM), bisa digantikan dengan 2 tabung LPG saja yang jelas harganya jauh lebih murah," jelasnya.

 Baca juga: Mega Proyek Kilang Pertamina Delay, Menko Luhut : Dulu Hitungnya Kurang Hati-Hati!

Oleh karenanya dengan pemanfaatan LPG 3 kg bagi nelayan kecil akan memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama untuk nelayan yaitu penghematan pengeluaran biaya bahan bakar, membantu ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih baik, lebih ramah lingkungan, serta dapat mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.

"Program Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Kecil ini juga dapat mempermudah pekerjaan sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh ke SPBU untuk membeli bensin dan menghemat biaya bahan bakar," kata Ego.

Selain itu, SVP Non Fuel Marketing Pertamina Basuki Trikora Putra, juga menyampaikan bahwa Pertamina terus mendukung program Pemerintah dan memberikan upaya terbaik dalam setiap penugasan yang diberikan oleh Pemerintah termasuk program konversi BBM ke BBG kepada nelayan kecil ini.

"Distribusi Paket Perdana LPG 3 kg kepada nelayan kecil di Cilacap bentuk dukungan Perpres nomor 126 tahun 2015 tentang, penyediaan dan penetapan harga LPG untuk kapal perikanan bagi Nelayan Kecil," tukasnya.

Diketahui, alokasi anggaran yang tersedia pada tahun 2017 dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM senilai Rp120,92 miliar untuk pendistribusian Paket Perdana Konverter Kit sebanyak 17.081 paket yang akan dibagikan untuk nelayan di 28 kabupaten di Indonesia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement