Image

Kendalikan Banjir Jakarta, Kementerian PUPR Tunggu Sertifikasi 21 Situ

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 18:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 470 1813961 kendalikan-banjir-jakarta-kementerian-pupr-tunggu-sertifikasi-21-situ-lQVnJfNb83.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan bisa merevitalisasi 21 situ yang berada di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada akhir 2017 mendatang. Hal tersebut dalam upaya untuk pengendalian banjir pada wilayah-wilayah tersebut.

Meski begitu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanto mengatakan untuk mengerjakan hal tersebut, pihaknya masih menunggu sertifikasi situ yang dikeluarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Setelah situ tersebut tersertifikasi barulah ke 21 situ tersebut dilimpahkan kepada pihaknya untuk direvitalisasi.

"Selama ini kebijakannya kurang jelas. Situ itu bukan kewenangan PU-Pera, tapi dengan diberikan oleh ATR kepada kami, jadi jelas. Kami punya alasan untuk mengelola," ujarnya saat di temui di Kantor Kementerian ATR, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Baca juga: Sudah Usang, Revisi Pembahasan Undang-Undang Pertanahan Dimulai Tahun Depan

Jika upaya tersebut sukses dilakukan lanjutan Anuta, hal yang sama juga akan dilakukan pada daerah lainnya yang rawan banjir. Salah satunya adalah Bandung, Jawa Barat yang dinilai terdapat banyak sekali cekungan.

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Sekarang kalo setelah hujan cuma jadi genangan, kalau dimanfaatkan, ini bisa jadi cadangan air di musim kemarau,"jelasnya.

Sebelumnya, Menteri ATR Sofyan Djalil mengungkapkan pemberian sertifikat kepada situ, danau, embung dam waduk (SDEW) merupakan terobosan yang baru saja dilakukan. Menurutnya, langkah tersebut sangat membantu perlindungan dan optimalisasi fungsi SDEW sebagai tempat penampungan air, pengendalian banjir, konversi sumber daya air, pengembangan ekonomi lokal hingga lokasi wisata.

"Saat ini kami sudah serahkan sertifikat hak pakai empat situ kepada Kementerian PU-Pera sebagai pihak yang berwenang mengelola SDEW," ucap Sofyan

"Tahun depan ditargetkan 500 SDEW di seluruh Indonesia bisa disertifikasi untuk tertib pemanfaatan ruang di sekitarnya," imbuhnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini