Dalam kesempatan yang sama, Rektor Terpilih Institute Pertanian Bogor (IPB) Arif Staria menjelaskan, saat ini tangkapan ikan tuna telah mengalami penrunan yang cukup besar.
"Tren dunia dari 441 spesies, 15 yang masih mungkin dieksploitasi. Budidaya tampak makin lama makin turun. Ekspor makin lama makin naik. Liat stok ikan makin turun, jadi laut Indonesia harus dikelola. Pasifik paling tinggi dan Samudera Hindia daerah utama ikan ditangkap," ujarnya.
Arif menambahkan, hingga September tangkapan ikan tuna Indonesia hanya mencapai 4,5 juta ton sedangkan kuota yang didapatkan Indonesia mencapai 12,5 juta ton. Hal ini dikatakannya akibat pelarangan kurangnya kesediaan kapal tangkap dan memanfaatkan laut lepas.
"Dengan kuota besar kita belum bisa manfaatkan, ini sayang sekali, kalo bisa manfatkan, ini bisa menambah pemasukan apalagi kalo ekspor menambah devisa," ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.