Image

Tempati Posisi Ke-55 di ICAO, Kemenhub: Penerbangan Indonesia Setara Negara Maju

Chyntia Sami B, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 19:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826961 tempati-posisi-ke-55-di-icao-kemenhub-penerbangan-indonesia-setara-negara-maju-FqFO1exxnC.jpg Foto: Chyntia Sami/Okezone

TANGERANG - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso optimistis dunia penerbangan akan semakin membaik. Hal tersebut terbukti setelah Indonesia menempati posisi ke 55 dari 191 anggota International Civil Aviation Organization (ICAO).

Agus mengatakan, sebelumnya faktor keselamatan penerbangan Indonesia di mata dunia sempat naik turun, bahkan sempat di larang terbang ke Eropa. Namun, berkat kerjasama dari berbagai pihak, penerbangan Indonesia dapat pulih hingga naik level.

"Alhamdulillah atas kerjasama semua pihak, tadinya itu Indonesia berada di posisi 151 dan kini meningkat di posisi 55 dunia, artinya sekarang sudah sejajar dengan negara-negara maju," ujar Agus di Tangerang, Kamis (7/12/2017).

Baca juga: Sejak Diresmikan Jokowi, Jumlah Penumpang di Bandara Silangit Naik 800%

Menurut Agus, salah satu kendala yang dihadapi oleh dunia penerbangan Indonesia adalah jumlah bandara yang dimiliki Indonesia sangat banyak, mencapai 300 bandara.

"Inilah yang menjadi kesulitan kami, dan ini harus diperjuangkan. Maka dari itu, kami di Hari Perhubungan Internasional tahun ini mempunyai komitmen kuat untuk mempertahankan achievement ini, kita meraih ini tidak sederhana, karena kita selama 10 tahun ini hanya berkutat disekitar 50," tuturnya.

Agus menjelaskan, pihaknya pun akan bersinergi bersama operator, seperti para maskapai dan pengelola Bandara guna meningkatkan kualitas penerbangan.

Baca juga: Kemenhub Ambil Alih Pengoperasian 3 Bandara di Aceh

"Ini kami lakukan untuk bisa bersaing di level dunia. Dan pastinya dapat meningkatkan gairah ekonomi untuk negeri ini. Nyawa penumpang sangat berharga, makanya kami komit soal keamanan," tandasnya.

Untuk diketahui, ICAO merupakan lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengembangkan teknik dan prinsip navigasi udara internasional.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini