Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Jokowi Unjuk Prestasi Ekonomi Indonesia di Depan 100 Ekonom

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 12 Desember 2017 |11:50 WIB
Presiden Jokowi Unjuk Prestasi Ekonomi Indonesia di Depan 100 Ekonom
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut perekonomian Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Bahkan di saat perekonomian global yang cenderung melambat, Indonesia berhasil mencatatkan berbagai prestasi pada bidang perekonomian.

Salah satu yang menjadi prestasi membanggakan adalah diberikannya predikat layak investasi oleh berbagai lembaga survey international kepada Indonesia. Hal tersebut menjadi sangat positif karena sertifikat itu sebagai bahan investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

 Baca juga: Tahun Politik Beruntun dari 2014-2018, Presiden Jokowi: Apa Mau Wait and See Lagi?

"Lembaga internasional, mulai dari Moody's, S&P memberikan predikat layak investasi," ujar Jokowi saat membuka acara 100 Ekonom Indef di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (12/12/2017).

Tak hanya itu lanjut Jokowi, berbagai prestasi lainya di bidang ekonomi juga dicatatkan oleh Indonesia. Seperti salah satunya adalah naiknya peringkat daya saing Indonesia dari peringkat 41 menjadi 36.

 Baca juga: Tahun Politik, IHSG Diprediksi Melaju di Rentang 6.300-6.500

Selain itu, peringkat kemudahan berinvestasi Indonesia juga meningkat tajam dari peringkat 120 menjadi tahun 72. Bahkan pada 2019, Presiden Jokowi ditargetkan bisa meningkat menuju peringkat 40 pada tahun 2019.

"Peringkat daya saing global meningkat dari 41 jadi 36 dari 137 negara, peringkat EODB yang terus saya kejar terus, meningkat dari 2014 120 tahun ini meloncat jadi 72. Menurut saya itu sebuah lompatan yang sangat pesat. Tapi target saya memang bukan 72, saya sudah perintahkan ke Menko Ekonomi, targetnya 40 di 2019," jelasnya.

 Baca juga: Tahun Politik, IHSG Diprediksi Melaju di Rentang 6.300-6.500

Selain itu lanjut Jokowi, semua angka penunjang pertumbuahn ekonomi Indonesia juga dinilai positif. Dari sisi ekspor saja, menyumbang sekitar 17,27% kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan 7,11% yang berasal dari investasi.

"Nilai ekspor menurut saya juga sangat menggembirakan, periode Januari hingga September naik 17,36% atau USD123,36 miliar dibanding periode sama 2016, ekspor non migas naik 17,37% mencapai USD125,6 miliar. Ini sebuah catatan yang saya terima, ini sebuah rekor bahkan lebih tinggi pencapaiannya dibanding saat booming komoditas. Ini jadi catatan kita semuanya. Nilai impor barang konsumsi Januari-September juga naik 11,81% , bahan baku penolong 15,21%," jelasnya.

"Sementara dari sisi Konsumsi lembaga non profit 6,01%, konsumsi rumah tangga 4,93% sedikit menurun, konsumsi pemerintah memang kecil 3,46%. Pertumbuhan tertinggi ada di informasi dan komunikasi 9,8%, jasa lainnya 8,71%," imbuhnya.

 Baca juga: Tahun Politik, Menteri Bambang: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Berjalan Tanpa Gangguan

Selain itu, penerimaan Pajak Penghasilan (PPn) pun mengalami pertumbuhan sebesar 12,1% dalam periode Januari hingga Desember 2017. Artinya lanjut Jokowi ada transaksi yang dilakukan dalam bidang perekonomian.

"Penerimaan PPN dalam negeri dari Jan-Des 12,1%, tumbuh 12,1%. Artinya kalau PPN tumbuh 12,1% disitu ada transaksi, ada kegiatan ekonomi yang dipotong PPN nya," jelasnya.

Sementara itu dari sektor pariwisata lanjut Jokowi, jumlah turis yang masuk pada kuartal III mencapai 10,46 juta. Jumlah tersebut naik 25,05% dibandingkan tahun 2016 pada periode yang sama yang hanya 8,36 juga.

"Kemudian sektor pariwisata, jumlah turis di tiga kuartal tahun ini mencapai 10,46 juta atau naik 25,05% dibanding periode sama 2016 hanya 8,36 juta," jelasnya.

Melihat angka pertumbuhan dan prestasi tersebut, Jokowi mengaku optimis jika perekonomian Indonesia bisa terus tumbuh pesat. "Melihat angka seperti ini apa artinya? Menurut saya, kita harus optimistis. Negara lain melihat kita saja optimis melihat perkembangan ekonomi kita, kenapa kita sendiri malah tidak optimistis. Marilah kita lihat angka-angka," tegasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement