JAKARTA - Pemerintah terus mengkaji keseluruhan aspek pengembangan peningkatan kecepatan kereta api semicepat koridor Jakarta-Surabaya. Saat ini pemerintah tengah mempertimbangkan empat skema pembangunan kereta api semi cepat Jakarta - Surabaya.
Staff Khusus Kemenko Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo mengatakan, bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menginginkan skema paling modern untuk pengembangan kereta semi cepat.
"Dari Pak Menko Luhut, melihat bahwa kita jangan melihat 2, 3, 4, 5 tahun ke depan tapi 20 tahun ke depan. Jawa itu akan menjadi satu kota, butuh moda transportasi modern, railway perbaiki. Gambarannya, Pak Luhut ingin yang paling modern," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Baca juga: Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Berhenti di 3 Stasiun, Mana Saja?
Dia melanjutkan, pemerintah akan meminta pertimbangan dari pihak ketiga terkait dengan pembangunan kereta semi cepat Jakarta - Surabaya. Pihak ketiga ini merupakan konsultan baru, sehingga diharapkan pandangannya lebih netral dan memiliki pertimbangan luas.
"Kita cari third opinion setelah BPPT dan JICA beri alternatif empat skema tadi. Apapun yang dipilih (skema) berat," kata dia.
Untuk penunjukan pihak ketiga tersebut, Menteri Luhut akan bertandang ke Korea Selatan untuk melakukan studi.