nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Airbus Bakal Hentikan Produksi A380 jika Gagal Capai Kesepakatan dengan Emirates

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Kamis 28 Desember 2017 13:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 28 320 1836850 airbus-bakal-hentikan-produksi-a380-jika-gagal-capai-kesepakatan-dengan-emirates-Vn2YaQ40zM.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Airbus sedang menyusun kemungkinan rencana untuk menghentikan produksi pesawat jet terbesar di dunia, A380 superjumbo jika gagal capai kesepakatan dengan maskapai penerbangan Emirates.

“Jika tidak ada kesepakatan Emirates, Airbus akan memulai proses untuk mengakhiri produksi A380,” kata seseorang yang menjelaskan rencana tersebut seperti dilansir CNBC.

Airbus dan Emirates menolak berkomentar. Airbus juga menolak mengatakan berapa banyak orang yang mengerjakan proyek tersebut.

 Baca Juga: CEO Tom Enders Mundur, Airbus Cari Bos Baru di 2018

Setiap hal yang mematikan diperkirakan akan dilakukan secara bertahap dan memungkinkan Airbus untuk menghasilkan pesanan langsung, terutama dari Emirates.

Dengan banyaknya pesanan akan mnejadi cukup untuk bertahan hingga awal dekade berikutnya pada tingkat produksi saat ini, menurit analisis Reuters.

A380 dikembangkan dengan biaya 11 miliar Euro untuk menampung sekitar 500 orang dan menantang pemerintah Boeing 747.

Tapi permintaan untuk goliath bermesin empat ini telah turun saat maskapai penerbangan memilih model bermesin kembar yang lebih kecil dan yang lebih mudah untuk diisi dan dirawat.

 Baca Juga: Buka Bengkel Pesawat di Indonesia, Airbus Disarankan Gaet Mitra Lokal

Emirates, bagaimanapun telah menjadi orang yang sangat percaya pada A380 dan dengan mudah menjadi pelanggan terbesar dengan total pesanan 142 pesawat yang telah memakan waktu lebih dari 100 unit.

Pembicaraan antara Airbus dan Emirates atas pesanan baru untuk superjumbo seharga USD16 miliar mogok di Dubai Airshow bulan lalu. Perundingan dikatakan telah dilanjutkan. Namun, tidak ada tanda-tanda yang jelas bahwa kesepakatan sudah dekat.

Meskipun maskapai penerbangan seperti British Airways telah menyatakan minatnya pada A380, Airbus enggan untuk menjaga agar pabriknya tersebut dapat tetap terbuka tanpa kepastian bahwa pesanan Emirates secara massal akan diberikan.

 Baca Juga: Wah! Ketemu Menko Luhut, Airbus Bakal Bangun Bengkel Pesawat Militer di Indonesia

Emirates pada bagian ini menginginkan sebuah jaminan bahwa Airbus akan mempertahankan produksi selama satu dekade untuk melindungi investasinya.

Keputusan untuk membatalkan akan menandai perpecahan antara Airbus dan salah satu pelanggan terbesarnya dan mengikat pertumbuhan masa depan Emirates ke pesanan Boeing baru-baru ini.

Sumber-sumber dari Eropa mengatakan bahwa ini mencerminkan pengaruh Amerika yang berkembang di Teluk di bawah Presiden Donald Trump. Namun, sumber industry Amerika dan UEA menolak masuknya masalah politik.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini