JK Sebut Ekonomi Tidak Kencang, Begini Respons Menko Darmin

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 15:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 02 20 1838878 jk-sebut-ekonomi-tidak-kencang-begini-respons-menko-darmin-dXu824wkew.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempertanyakan pertumbuhan ekonomi yang tidak melaju terlalu 'kencang'.

Padahal, kata dia, semua indikator ekonomi relatif menunjukkan hasil yang positif. Hal tersebut terlihat dari inflasi yang rendah, utang yang terjaga, serta harga komoditas yang baik.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Baca Juga: Kondisi Perekonomian Sehat, JK Heran Pertumbuhan Tak Secepat yang Diharapkan

Hal inilah kata Darmin, yang membuat Wapres mempertanyakan pertumbuhan Indonesia yang dinilai tak 'kencang'.

"Tahun 2017, memang ekonomi beberapa negara yang tadinya rendah pertumbuhannya mulai meningkat dan bahkan melebihi pertumbuhan Indonesia. Seperti Malaysia bahkan Singapura. Sehingga Bapak Wapres mempertanyakan mengapa kita belum,"ujar Darmin di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Lanjutnya, yang menjadi perbedaan adalah sektor industri yang dimiliki Malaysia dan Singapura yang lebih besar dibandingkan Indonesia. "Memang kalau dilihat perbedaan utamanya, mereka punya sektor industri yang lebih besar karenanya di dalam perekonomian," imbuhnya.

Menurut dia, ketika ekonomi global menunjukkan perbaikan, kedua negara tersebut dapat langsung memanfaatkannya dengan melakukan ekspor. Sedangkan ekspor Indonesia saat ini masih hanya berdasarkan sumber daya alam.

Baca Juga: Ekonomi Tak Capai Target, JK: Jangan Kambinghitamkan Komoditas Lagi

"Begitu ekonomi global membaik dan mereka berorientasi ekspor juga, itu dengan cepat mereka bisa memanfaatkan. Sementara kita, ekspor kita itu masih didominasi oleh hasil sumber daya alam. Sehingga dia tidak terlalu cepat juga dibanding dengan negara yang industrinya untuk mengekspor cukup berperan," jelas dia.

Pentingnya mendorong pertumbuhan sektor industri diakuinya sudah disadari sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla di mulai. Kendati demikian, pada masa itu terdapat banyak gejolak ekonomi yang menghambat pertumbuhan sektor industri.

Baca Juga: Feng Shui: Ekonomi Indonesia di Tahun Anjing Tanah, Daya Beli hingga Pilkada Jadi Sorotan

"Cuma kan waktu itu ada lagi gejolak macam-macam perekonomian dunia melambat. Tapi kita mau tidak mau harus masuk ke sektor industri, harus mempercepat," ucapnya.

Saat ini, kata Darmin, pihaknya telah bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk mengidentifikasi industri-industri yang harus dikembangkan. Industri yang akan dikembangkan ini pun, katanya, harus berorientasikan dengan ekspor.

"Kita sedang mengidentifikasi menteri perindustrian, industri apa saja yg harus kita kembangkan, dan dia juga mengekspor bukan hanya kebutuhan dalam negeri. Kalau kita bertahan dengan kebutuhan dalam negeri maka pertumbuhannya nggak akan besar. Kita harus masuk ke ekspor sekarang," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini